Motif Ekonomi

Muhammad Anas adalah founder Pendidikanpedia. Anas merupakan lulusan terbaik SMKN 1 Karawang jurusan RPL tahun 2019 dan finalis 100 besar duta bahasa pelajar Jawa Barat 2017. Follow ig @muhammadanas.id

Pada saat kita mempelajari ilmu yang bersinggungan dengan perilaku manusia, kita juga pasti akan bertemu dengan motif yang menjadi alasan kenapa manusia melakukan perilaku tersebut. Hal tersebut juga berlaku dalam ilmu ekonomi. Ketika belajar ilmu ekonomi, secara otomatis kamu akan menemukan materi motif ekonomi selain dari materi pengertian ilmu ekonomi itu sendiri.

Setiap keinginan yang dimiliki manusia akan melahirkan tindakan-tindakan untuk memenuhi keinginan tersebut. Ada suatu sebab atau alasan tertentu yang melatar belakangi dan mendorong keinginan manusia. Inilah yang disebut dengan motif.

Dalam dunia ekonomi, ketika manusia melakukan tindakan ekonomi, maka ada motif tertentu yang melatar belakanginya. Motif yang jadi alasan tindakan ekonomi tersebut juga ada bermacam-macam.

Akan tetapi, motif ekonomi tidak hanya terbatas pada alasan seseorang melakukan kegiatan ekonomi saja. Ternyata, lebih dari itu.

Penasaran dengan penjelasan lengkapnya? Pada artikel kali ini di Pendidikanpedia kita akan mempelajari materi motif ekonomi dan contohnya, mulai dari pengertian, macam-macam, bahkan hingga motif non-ekonomi lengkap.

Pengertian Motif Ekonomi

Pengertian Motif Ekonomi
Uang koin di atas kertas

Motif ekonomi adalah dorongan, alasan, sebab, dan motivasi yang membuat seseorang (individu) atau suatu organisasi melakukan perilaku atau tindakan ekonomi.

Seluruh tindakan, keperluan atau kebutuhan dari setiap individu pasti selalu didasari akan suatu alasan. Alasan yang kuat akan keinginan tersebut sering kita kenal dengan istilah motif.

Secara harfiah, motif berasal dari bahasa inggris motive yang artinya sebab, penggerak atau penjelasan.

Setiap alasan, keinginan, atau motif akan mendorong seseorang melakukan suatu tindakan, perbuatan, atau kegiatan. Begitu pun sebaliknya. Setiap tindakan, perbuatan, atau kegiatan akan selalu didorong oleh alasan, keinginan, atau motif yang kuat untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Berikut di bawah ini beberapa contoh motif ekonomi:

  • Seseorang yang bekerja karena ingin mencari uang untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.
  • Siswa yang belajar karena ingin pintar dan mendapatkan pekerjaan layak.
  • Seorang pedagang yang memberikan kualitas dan pelayanan terbaik agar pembelinya menjadi pelanggan tetap.
  • Kamu yang berinvestasi supaya mendapatkan keuntungan lebih di masa depan.
  • Petani yang rajin dan tekun berkebun supaya hasil panennya maksimal.
  • Pengusaha yang raji mempromosikan produknya di berbagai media supaya produknya laku dan mendulang profit lebih.
  • Pemulung yang bekerja hingga larut malam agar penghasilannya banyak.
  • Portugis menjajah Timor-Timur demi mendapatkan kekayaan alamnya.

Itu semua adalah contoh motif ekonomi yang biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Adanya tuntutan ekonomi pada tahap tertentu akan membuat individu atau sekelompok orang memiliki alasan serta sebab untuk memenuhi kebutuhannya yang dalam hal ini disebut dengan tindakan ekonomi.

Inilah yang dinamakan dengan motif dalam dunia ekonomi. Secara singkat, pengertian motif ekonomi adalah alasan seseorang melakukan tindakan ekonomi.

Tujuan motif-motif tersebut adalah terpenuhinya suatu kebutuhan, keinginan, atau keperluan dengan indikator dalam bentuk kemakmuran atau kesejahteraan.

Apabila dirinci, maka berikut beberapa tujuan lainnya secara umum.

  • Ingin melakukan kebaikan sosial.
  • Untuk memperoleh penghargaan dari orang-orang.
  • Untuk memperoleh kekuasaan di lingkungan tertentu.
  • Untuk meningkatkan kesejahteraan baik dari dorongan mencari laba atau dengan inovasi baru.

Kebutuhan setiap individu tidak terbatas. Setelah satu kebutuhan terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan lainnya yang ingin dipenuhi. Sementara itu, alat pemuas kebutuhan itu terbatas.

Oleh sebab itu, tindakan ekonomi harus berpedoman pada prinsip ekonomi, yakni mendapatkan hasil maksimal dengan pengorbanan seminimal mungkin.

Jadi, tindakan ekonomi harus didasari oleh prinsip ekonomi dan didorong oleh motif ekonomi. Pada akhirnya semua konsep ekonomi ini saling berhubungan dan berkaitan satu sama lain.

Suatu landasan, dorongan atau motif biasanya selalu dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Hal ini juga berlaku pada motif ekonomi yang dimiliki oleh setiap individu atau suatu organisasi.

Pada penjelasan ini motif ilmu ekonomi dapat diklasifikasikan berdasarkan sumber atau asal dorongannya, yaitu motif intrinsik dan motif ekstrinsik. 

1. Motif Intrinsik

Motif intrinsik adalah motif yang timbul secara spontan dari diri seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi.

Motif ini pada dasarnya muncul secara naluriah dan tidak diintervensi oleh pihak luar atau eksternal. Contoh, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan sandang kita merasa perlu mencari pekerjaan agar kebutuhan pribadi kita dapat terpenuhi.

2. Motif Ekstrinsik

Berkebalikan dengan motif intrinsik, motif ekstrinsik adalah motif yang mengacu atau didasari oleh faktor luar (eksternal) sehingga seorang individu atau kelompok melakukan tindakan dan perilaku ekonomi.

Faktor luar atau eksternal yang dapat memicu dorongan ini diantaranya lingkungan, kebudayaan serta individu/kelompok lain.

Contoh, seorang pekerja biasa berjalan kaki saat akan pergi bekerja ke kantor. Beberapa lama kemudian, pekerja tersebut dipindahkan atau dimutasi ke tempat yang lebih jauh dan hanya bisa dijangkau oleh kendaraan.

Karena faktor tersebut si pekerja akhirnya memiliki motif atau dorongan untuk membeli motor agar bisa menempuh perjalanan dengan waktu yang lebih efisien.

Macam-Macam Motif Ekonomi dan Contohnya

Macam Macam Motif Ekonomi dan Contohnya
Contoh data dan grafik ekonomi

Berikut macam-macam motif ekonomi dan contohnya:

1. Motif untuk Memenuhi Kebutuhan

Hal pertama dan yang paling mendasar adalah motif untuk memenuhi kebutuhan atau keperluan hidup. Kebutuhan hidup harus dipenuhi agar kesejahteraan, kemakmuran, dan kecukupan dapat tercapai.

Setiap individu atau golongan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sehingga timbul dorongan untuk melakukan perilaku tertentu dalam usaha mencapai tujuan ekonomi.

Semakin tinggi kebutuhan manusia untuk hidupnya, maka akan semakin besar pula motif atau dorongan yang akan terbentuk.

Contoh Motif untuk Memenuhi Kebutuhan

Seorang penjual kue yang telah berkeluarga akan pergi bekerja setiap hari supaya kebutuhan pokok nya dapat terpenuhi. Ia akan bekerja keras tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

2. Motif untuk Memperoleh Keuntungan

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, orang juga akan melakukan tindakan ekonomi karena didorong oleh motif untuk memperoleh laba, keuntungan, atau profit.

Terutama bagi individu atau sekelompok orang yang ingin bisnis atau usahanya bersifat kontinyu atau berkelanjutan. Mendulang keuntungan adalah hal yang memang termasuk kedalam bagian dari prinsip ekonomi.

Contoh Motif ntuk Memperoleh Keuntungan

Sebuah toko online menjual barang dengan mengambil keuntungan dari harga pokok yang telah ditetapkan. Dari laba atau keuntungan yang diperoleh ini nantinya akan digunakan untuk membuka toko baru atau memperluas cabang supaya profit yang akan didapatkan lebih besar lagi.

3. Motif Untuk Memperoleh Kekuasaan

Pada tingkatan yang lebih tinggi daripada kebutuhan atau sekadar memperoleh keuntungan, motif ekonomi juga bisa berlandaskan karena adanya usaha dalam memperoleh kekuasaan.

Meskipun tidak semua individu mengejar kekuasaan, namun nyatanya dengan kekuasaan, orang dapat lebih mengembangkan sayap dalam perekonomian. Memiliki kuasa akan suatu hal akan membuat seseorang lebih disegani dan dihormati.

Contoh Motif Untuk Memperoleh Kekuasaan

Bagi pebisnis handal yang profesional, memperluas jaringan adalah hal yang penting termasuk dalam hal menguasai pasar bisnis di berbagai bidang. Dengan usaha dan tindakan tertentu pebisnis tersebut selalu yakin akan semakin melebarkan sayapnya dengan menggunakan kekuasaan yang diperoleh.

4. Motif Untuk Memperoleh Penghargaan

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang hakikatnya perlu pengakuan dari individu lain. Makanya ada uga motif ekonomi untuk memperoleh pengakuan atau penghargaan. Pengakuan ini bisa juga digambarkan dengan sebuah penghargaan.

Dengan memperoleh penghargaan orang akan lebih bersemangat serta memiliki dorongan atau motif yang lebih besar.

Setiap jerih payah atau usaha yang telah dilakukan akan berbalas apabila seseorang mendapatkan penghargaan sehingga kemampuan seseorang diakui keberadaannya.. 

Contoh Motif Untuk Memperoleh Penghargaan

Seorang salesman akan berusaha meningkatkan kinerjanya dalam memasarkan barang supaya mendapatkan pengakuan atau penghargaan dari bos beserta rekan kerja. Adanya perasaan diakui dan dihargai akan membuat kinerja salesman tersebut semakin meningkat dan lebih baik dan mendapatkan bayaran yang setara dengan jerih payahnya.

5. Motif Untuk Memperoleh Kedudukan

Motif ini berhubungan juga dengan motif untuk memperoleh kekuasaan. Dengan melakukan tindakan ekonomi tertentu seseorang akan menginginkan sebuah jabatan atau kedudukan yang membuatnya dihormati dan dihargai.

Sudah suatu hal yang wajar apabila seseorang melakukan kerja keras untuk menghasilkan atau memperoleh jabatan tertentu agar merasa aman akan gangguan eksternal. Motif ini juga biasanya sering kita temui dalam kehidupan berpolitik maupun berorganisasi.

Contoh Motif Untuk Memperoleh Kedudukan

Seseorang yang ingin memonopoli suatu jabatan tertentu atau ingin memiliki kedudukan dalam hal politik akan melakukan tindakan ekonomi dengan gencar, agar dengan kesuksesannya ia mampu mendapatkan posisi dan berkuasa atas sesuatu.

6. Motif Sosial

Berbeda dengan kelima motif sebelumnya, motif sosial adalah dorongan yang timbul atas dasar kemanusiaan dan rela melakukan kebaikan untuk sesama.

Dengan adanya motif sosial, seseorang akan berusaha melakukan berbagai tindakan ekonomi agar tujuan untuk sesama bisa tercapai.

Dalam hal ini motif sosial berperan penting dalam kepentingan bersama dan biasanya merupakan suatu tujuan yang mulia. 

Contoh Motif Sosial

Ada seorang pengusaha yang mengembangkan usahanya agar bisa membantu dan membangun wilayahnya seperti dalam bidang sarana dan prasarana agar kehidupan di sekitarnya lebih sejahtera. Perilaku lainnya juga dapat dilakukan dengan cara menyediakan lapangan pekerjaan agar lingkungannya bisa lebih maju dan makmur bersama.

Motif Ekonomi Berdasarkan Kebutuhannya

Motif Ekonomi Berdasarkan Kebutuhannya
Uang dan kalkulator

Terlepas dari macam-macam motif ilmu ekonomi di atas, ternyata motifnya juga bisa ditinjau dari kebutuhannya. Ada 3 motif ekonomi berdasarkan kebutuhannya, yaitu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Berikut selengkapnya:

1. Kebutuhan Primer

Motif ekonomi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Contohnya seperti kebutuhan akan makan dan minum, tempat tinggal, dan pakaian.

2. Kebutuhan Sekunder

Motif ekonomi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tambahan atau pelengkap. Tidak seperti kebutuhan primer, kebutuhan sekunder tidak bersfiat mutlak. Contohnya adalah televisi, buku, kendaraan, dan lain-lain.

3. Kebutuhan Tersier

Dan yang terakhir adalah kebutuhan tersier. Motif yang dilakukan untuk untuk memenuhi kebutuhan prestisius atau sekadar hanya untuk meningkatkan derajat di mata kehidupan sosial. Contohnya pakaian branded, mobil mahal, dan rumah mewah.

Motif Non-Ekonomi 

Motif Non-Ekonomi
Motif non-ekonomi

Tindakan ekonomi yang dilakukan individu atau organisasi ternyata tidak semuanya dilandasi oleh motif ekonomi.

Pada kasus tertentu, dorongan atau motivasi individu atau sekelompok orang dilakukan tanpa pertimbangan yang baik, cenderung tergesa-gesa bahkan sama sekali tidak menghasilkan manfaat dalam segi kehidupan berekonomi.

Motif ini bisa kita sebut dengan motif non-ekonomi, dimana alasan dan dorongan yang muncul atau timbul dalam diri seseorang maupun organisasi hanya berupa rasa ingin diakui atau dianggap mampu. Sedangkan nilai kebermanfaatannya hampir tidak ada. 

Contoh motif non-ekonomi ini adalah, seseorang yang masih memiliki motor sport yang bagus, membeli kembali motor keluaran terbaru karena ingin dianggap update dan gengsi pada orang lain.

Hal ini dinilai sangat tidak ekonomis dan bermanfaat, karena tindakan yang dilakukan tidak serta merta berlandaskan untuk memenuhi kebutuhan melainkan hanya untuk dipuji orang lain.

Contoh lainnya, apabila suatu organisasi membeli mobil dinas dengan harga yang sangat mahal, padahal mobil dinas lama masih bagus untuk digunakan dan banyak keperluan lainnya yang jauh lebih penting.

Maka, motifnya dapat dikatakan motif non-ekonomi yang berarti hanya ingin mendapat perhatian dari organisasi lain supaya tampak sukses.

Sebagai bonus materi kali ini, berikut Pendidikanpedia berikan satu buah video pembelajaran motif ilmu ekonomi.


Nah itulah materi motif ekonomi dan contohnya. Ternyata walaupun terdengar sederhana, motif dalam dunia ekonomi cukup kompleks juga untuk dibahas ya. Motif mana yang paling menarik buat kamu? Jawab di komentar dan jangan lupa share artikel ini ke media sosial ya!

Tinggalkan komentar