Teks Ulasan

Seorang pendiam dengan pikiran yang lantang. Suka ngopi dan baca buku. Finalis 100 besar Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2017.

Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, ada salah satu materi yang disebut teks ulasan. Apakah kamu sedang mendapatkan tugas yang berkaitan dengan teks ulasan? Mari kita pelajari materinya secara lengkap kali ini di Pendidikanpedia.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti sudah biasa kan melihat ulasan atau review tentang produk, buku, film, atau karya sastra & seni lainnya. Entah itu di media massa atau di media elektronik. Nah itulah yang maksud dengan teks ulasan.

Untuk selengkapnya, simak penjelasan dan pembelajarannya di bawah ini.

Pengertian Teks Ulasan

membaca pengertian teks ulasan

Teks ulasan adalah jenis teks yang isinya merupakan ulasan, penilaian, atau review seseorang terhadap karya seperti novel, film, buku, dan drama. Teks ulasan sering juga disebut dengan resensi.

Di lingkungan sekitar kita, teks ulasan mungkin lebih dikenal dengan sebutan review. Teks ulasan yang mengulas tentang buku, biasanya disebut sebagai ulasan buku, timbangan buku, atau resensi buku.

Namun, ulasan tidak terbatas pada buku saja, melainkan bisa juga dibuat terhadap karya sastra lain seperti novel, drama, puisi, cerpen atau karya seni semacam film, musik, tari, pertunjukan, dan kriya.

Bahkan ulasan juga dapat ditujukan kepada suatu peristiwa atau kejadian tertentu. Misalnya kegiatan sosial atau sebuah pertandingan olahraga. Sementara itu, ulasan yang bentuknya berupa artikel, biasa disebut sebagai artikel ulasan.

Orang yang membuat atau memberikan ulasan disebut sebagai pengulas. Saat mengulas sebuah karya, pengulas sebaiknya bersikap kritis supaya hasil ulasannya juga bisa menghasilkan kontribus demi kemajuan karya itu sendiri.

Fungsi teks ulasan adalah untuk menimbang, menilai, dan memberikan kritik terhadap karya atau peristiwa yang diulas.

Gerot & Wignell, 1994; Hyland & Diani, 2009

Kamu bisa menonton video pembelajaran di bawah ini untuk ringkasan materi teks ulasan di atas.

Berikut dilampirkan juga tujuan pembelajaran materi teks ulasan yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa kelas VIII SMP.

tujuan pembelajaran teks ulasan
Tujuan pembelajaran teks ulasan

Pengertian Teks Ulasan Menurut Para Ahli

mempelajari pengertian teks ulasan menurut para ahli

1. Dalman (2014:229)

Ulasan atau resensi adalah istilah yang berguna untuk menilai kelebihan dan kelemahan dari suatu karya/buku.

2. Isnatun & Farida (2013, hlm. 57)

Teks ulasan atau resensi merupakan tulisan yang memuat penilaian atau pertimbangan mengenai sebuah karya yang diciptakan atau dikarang oleh orang lain.

3. Waluyo (2014, hlm. 106)

Ulasan (review) atau yang disebut juga dengan resensi ialah teks yang isinya merupakan ulasan atau pertimbangan mengenai sebuah buku (karya).

Struktur Teks Ulasan

membaca materi struktur teks ulasan

Struktur teks ulasan terdiri dari lima bagian, yaitu identitas karya (opsional), orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman. Berikut masing-masing penjelasannya:

1. Identitas Karya (opsional)

Isinya meliputi pengarang, judul, tahun terbit, penerbit, dan informasi-informasi lainnya terkait karya. Struktur ini bisa ditampilkan langsung dalam bentuk daftar atau tabel, atau bisa juga dinyatakan secara tidak langsung dalam bentuk paragraf deskripsi.

Bagian identitas karya ini juga bergantung kepada jenis karya yang diulasnya.

Apabila yang diulas adalah film, maka informasi seperti nama sutradara juga dapat dinyatakan. Di samping itu, informasi mengenai tahun terbit bisa diganti dengan tanggal tayang film tersebut.

Struktur pertama ini bersifat opsional, bisa ada bisa tidak. Karena pada beberapa kasus, ada teks ulasan yang memiliki identitas karya, ada juga yang tidak, tergantung pada kemauan penulisnya.

Bila tidak ada, maka langsung masuk ke struktur berikutnya.

2. Orientasi (orientation)

Bagian ini menjelaskan gambaran umum terkait karya yang akan diulas. Pada bagian orientasi ini juga pembaca akan mendapatkan penjelasan terkait hal-hal apa saja yang akan dibahas.

Dapat berupa bagaimana keadaan karya yang diulas, apakah merupakan karya dari seniman terkenal, apakah mendapatkan perhatian besar dari publik, atau menyebabkan kontroversi dan lain sebagainya.

3. Tafsiran (interpretative recount)

Tafsiran merupakan penjelasan mendalam dan mendetail tentang karya tersebut. Contohnya bagian-bagian pada karya, kualitas, keunggulan, keunikan, dan lain-lain.

4. Evaluasi (evaluation)

Evaluasi merupakan bagian dengan isi yang memuat pandangan penulis terhadap karya yang diulas. Pada bagian ini penulis akan menyebutkan apa saja bagian yang bernilai atau kelebihannya dan kekurangan dari karya tersebut.

Bagian ini terletak setelah tafsiran, di mana pada bagian tersebut, sebelumnya penulis sudah memberikan tafsiran yang cukup mengenai hasil karya itu.

5. Rangkuman (evaluative summation)

Dan struktur teks ulasan yang terakhir adalah rangkuman, berisi kesimpulan atau ringkasan dari ulasan terhadap hasil karya.

Bagian ini juga turut mencantumkan komentar pribadi penulis terhadap karya tersebut, dan memuat pernyataan apakah penulis merekomendasikan karya itu kepada pembaca atau tidak, apakah hasil karya tersebut berkualitas dan cocok untuk dibaca/ditonton atau tidak.

Tujuan Teks Ulasan

belajar tujuan teks ulasan

Di bawah ini Pendidikanpedia beritahu tujuan teks ulasan, yaitu:

  • Membantu pembaca untuk mengetahui isi sebuah karya.
  • Memberitahu pembaca informasi tentang kelebihan dan kekurangan dari karya yang diulas.
  • Memberikan pertimbangan kepada pembaca sebelum mereka mengambil keputusan untuk memilih, membeli, atau menikmati sebuah karya.
  • Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah karya pantas untuk mereka nikmati atau tidak.
  • Mengajak dan memberitahu pembaca untuk merenungkan, memikirkan, dan mendiskusikan masalah yang berhubungan atau terdapat dalam sebuah karya.
  • Mengetahui perbandingan antara karya tersebut dengan karya lainnya yang serupa.
  • Memberikan informasi kepada publik yang berhubungan dengan kelayakan sebuah karya.
  • Memberikan informasi yang dalam dan komprehensif tentang suatu karya.
  • Memudahkan pembaca dalam memahami hubungan dari sebuah karya dengan karya lainnya yang sejenis.
  • Menunjukkan komentar atau pandangan penulis terhadap sebuah karya yang diulasnya.
  • Menunjukkan keberpihakan penulis terhadap karya, apakah dia pro, netral, atau kontra.

Kemudian ahli Dalman (2014, hlm. 231) juga turut setuju dengan semua tujuan di atas, dan juga ikut menambahkan beberapa poin tambahan terhadap tujuan teks ulasan, yaitu:

  • Menimbulkan diskusi tentang berbagai hal terkait karya pasca menikmati (membaca atau menontonnya). Misalnya seperti hubungan karya tersebut dengan karya lain sejenis yang penulisnya berbeda.
  • Memberikan informasi seputar orang-orang yang ikut terlibat dalam pembuatan sebuah karya. Contohnya seperti siapa pengarangnya, sutradara filmnya, penulis, dan lain sebagainya.

Sementara menurut ahli Isnatun & Farida (2013, hlm. 57) tujuan teks eksplanasi ialah:

  • Menyajikan informasi yang menyeluruh atau komprehensif tentang sebuah karya.
  • Memberikan pertimbangan untuk calon penikmat karya, apakah karya yang diulas itu cukup memenuhi standar kelayakan atau tidak untuk mereka nikmati.
  • Mempengaruhi khalayak umum yang sudah menjadi penikmat karyanya untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih lanjut mengenai permasalahan, fenomena, atau keunggulan karya.

Ciri-Ciri Teks Ulasan

mempelajari ciri-ciri teks ulasan

Supaya kamu bisa membedakan antara teks ulasan dengan jenis teks yang lain, maka ketahuilan ciri-ciri teks ulasan yang khas berikut ini.

  • Mempunyai struktur yang terdiri dari identitas karya, orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman.
  • Juga dikenal dengan sebutan lain, yaitu resensi.
  • Opini atau pendapat penulis berdasarkan pada fakta yang sudah diinterpretasikan.
  • Mengandung informasi yang berdasar pada opini, pemikiran, pandangan, atau pendapat penulis terkait dengan sebuah produk atau karya.
  • Membahas latar belakang atau hubungan suatu karya dengan karya yang lain.
  • Mempunyai penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan karya.

Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan

belajar kaidah kebahasaan teks ulasan

Teks ulasan yang baik dan benar harus tersusun oleh strukturnya dan menggunakan kaidah atau unsur kebahasaan. Berikut ini adalah kaidah kebahasaan teks ulasan film atau novel dan contohnya.

1. Verba/Kata Kerja

Dalam teks ulasan, terdapat 2 jenis verba, yaitu:

  • Verba aktif
  • Verba pasif

Berikut masing-masing penjelasannya.

Verba aktif adalah jenis verba dengan subjek yang berperan sebagai pelakunya, dan menunjukkan adanya tindakan atau perbuatan.

Contohnya:

  • Anas menulis materi teks ulasan.
  • Valent sedang membaca koran.
  • Fikri memelihara kucing anggora.

Verba pasif adalah jenis verba dengan subjek yang berperan sebagai sasaran, korban tindakan, hasil, atau penderitanya.

Contohnya:

  • Anas dikunjungi Daffa tadi siang.
  • Permainan sepakbola semakin digemari oleh banyak orang sekarang.
  • Film Korea sekarang banyak disiarkan televisi Indonesia.

2. Nomina/Kata Benda

Nomina atau yang dikenal juga dengan kata benda adalah kelas kata yang menyebutkan nama barang, tempat, atau nama seseorang, maupun segala hal yang dapat dibendakan.

Nomina terbagi dalam 2 jenis, nomina dasar dan nomina turunan.

Contohnya:

  • Nomina dasar: laut | jalan | rumah
  • Nomina turunan: lautan | jalanan | rumahan
  • Imbuhan: -an | -an | pe-an

Kata benda juga terbagi ke dalam 2 jenis, yaitu:

  • Kata benda konkret: laptop, kuris, jendela.
  • Kata benda abstrak: angin, pikiran, tanggapan.

3. Pronomina/Kata Ganti

Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang digunakan untuk menggantikan nomina (kata benda) atau frasa nomina.

Contohnya:

  • Kata ganti orang: bapak, ibu, tuan, nyonya, saudara, saudari, ia, dia, beliau.
  • Kata ganti pemilik: ku-, mu-, -nya.Kata ganti petunjuk: ini, itu.
  • Kata ganti penghubung: yang
  • Kata ganti tak tentu: masing-masing, sesuatu, siapa, barang siapa.

4. Istilah

Istilah merupakan kata atau gabungan kata yang mewakili arti dari sebuah konsep, sifat, keadaan, atau proses khas pada bidang tertentu.

Sementara itu, istilah khusus merupakan istilah yang digunakan pada bidang tertentu, penggunaannya juga hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang mendalami bidang tersebut.

Contoh:

  • Istilah umum: drama, film, risiko.
  • Istilah khusus: daring, lisan, literasi, uptrend, profit.

5. Antonim dan Sinonim

Antonim adalah lawan kata dari sebuah kata lainnya, atau kata yang mempunyai arti saling berlawanan.

Contoh: “Ukuran besar atau kecil sebuah benda tidak dapat menjamin nilai atau harganya”.

Sinonim adalah persamaan kata dari sebuah kata lainnya, atau kata yang bentuknya beda tapi artinya tetap sama/mirip-mirip.

Contoh: “Obrolan kita tadi pagi sekilas mengingatkanku pada dialog film Romeo dan Juliet”.

6. Konjungsi/Kata Hubung

Konjungsi adalah kata hubung atau kata yang berfungsi menghubungkan antarkalimat, klausa, atau paragraf.

Berikut beberapa jenis konjungsi yang kerap digunakan dalam ulasan novel, film, atau drama.

  • Konjungsi subordinatif
    Contoh: Karena, sesudah, maka, sebab, alih-alih, sementara, sebagai, agar, jika, sebelum, meskipun.
  • Konjungsi antarkalimat
    Contoh: Di samping itu, sebaliknya, selanjutnya.
  • Konjungsi koordinatif
    Contoh: tetapi, atau, dan.
  • Konjungsi korelatif
    Contoh: bukan … melainkan …, baik … maupun …, tidak hanya … tetapi juga …

7. Preposisi

Preoposisi ialah kata tugas yang berperan sebagai unsur pembentuk suatu frasa preposisional.

Contoh: dari, daripada, secara, ke, di, pada, bagi, dengan, tanpa.

8. Artikel

Artikel adalah kata tugas yang fungsinya membatasi makna dari jumlah nomina.

Contoh: sang, si.

9. Ungkapan Perbandingan (Persamaan/Perbedaan)

Contoh: demikian halnya, seperti halnya, sebagaimana, serupa dengan, seperti, daripada, berbeda dengan, dan lain sebagainya.

10. Kalimat Simpleks dan Kompleks

Kalimat simpleks adalah jenis kalimat yang memiliki hanya satu verba utama.

Contoh: “Novel Hujan karya Tere Liye merupakan salah satu novel populer yang digemari para kawula muda.”

Kalimat kompleks adalah jenis kalimat yang memiliki dua atau lebih verba utama.

Contoh “Pemanfaatan teknologi terus dilakukan oleh berbagai pihak guna semakin memudahkan manusia dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari”.

11. Kata Kerja Material dan Relasional

Kata kerja material adalah kata kerja yang merujuk pada tindakan, kegiatan, atau aktivitsa fisik.

Contoh: menyapu, minum, makan, memukul, bertanya, berbicara, melamun, membawa, menasihati, mendiskusikan, dan lain-lain.

Kata kerja relasional adalah kata kerja yang berfungsi membentuk predikat nominal, atau sebagai kata kopulatif, dan juga membantu memperjelas predikat, atau sebagai kata bantu.

Contoh:

  • Kata kerja relasional sebagai kopulatif: disebut, ialah, adalah, merupakan, yaitu, yakni, bernama, menjadi, jadi, dan lain-lain.
  • Kata kerja relasional sebagai kata bantu: wajib, perlu, harus, pasti, mungkin, boleh, harap, ingin, hendak, mau, bisa, dapat, akan, ada, dan lain-lain.

Kelebihan dan Kekurangan Teks Ulasan

mengetahui kelebihan dan kekurangan teks ulasan

Berikut di bawah ini merupakan kelebihan dan kekurangan dari teks ulasan.

1. Kelebihan

  • Menambah pengetahuan dan pemahaman terkait suatu karya, baik itu isi, kualitas, maupun hubungannya dengan karya lain.
  • Kamu dilatih untuk senantiasa kritis dan menghargai saat memahami suatu hasil karya.

2. Kekurangan

  • Terkadang pemahaman pengulas terkait unsur-unsur teks ulasan kurang mencukupi, sehingga informasi yang diberikan kurang lengkap atau tepat.
  • Pilihan kata atau kalimat yang digunakan pengulas kerakp kali tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga kerap kali menimbulkan pengertian atau pemahaman yang berbeda antara pembaca dan penulisnya.

Jenis-Jenis Teks Ulasan

membaca jens-jenis teks ulasan

Secara umum, ada 3 jenis teks ulasan, yakni:

1. Teks Ulasan Informatif

Ulasan ini hanya menampilkan gambaran secara umum dari sebuah karya yang ditulis secara singkat, padat, dan jelas.

Tujuannya adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca. Teks ulasan ini tidak membahas karya secara keseluruhan, melainkan hanya membahas bagian pentingnya saja. Biasanya lebih berfokus pada kelebihan dan kekurangan karya saja.

2. Teks Ulasan Deskriptif

Ulasan deskriptif adalah teks yang mengulas sebuah karya secara keseluruhan dan secara rinci pada setiap bagiannya. Biasanya objek dari ulasan deskriptif adalah karya sastra atau karya fiksi.

Karena sebuah karya sastra membutuhkan penjelasan yang sejelas-jelasnya supaya mudah dipahami oleh pembaca.

3. Teks Ulasan kritis

Resensi kritis ialah teks yang mengulas sebuah karya secara detail dan mengacu pada pendekatan atau metode ilmu pengetahuan tertentu.

Contoh: resensi novel yang menggunakan metode sosiologi.

Jenis ulasan ini cocok untuk produk atau karya yang ingin diberikan kritikan dari pandangan tertentu. Karena teks ulasan ini ditulis dengan daya analisa yang objektif, bukan subjektif.

Selain itu, harus secara kritis juga dan tidak boleh berpihak pada siapapun sehingga cocok dijadikan sebagai acuan untuk produk atau hasil karya tertentu.

Selain jenis-jenis di atas, ada juga beberapa jenis teks ulasan lainnya menurut Waluyo (2014, hlm. 128) yaitu:

  1. Ulasan film, merupakan ulasan yang mengulas film atau semacamnya. Contohnya seperti film, sinetron, serial TV, dan lain-lain.
  2. Ulasan buku, dibedakan menjadi 2 macam, yakni sastra seperti novel atau roman, dan buku faktual yang sifatnya tidak imajinatif seperti esai ilmiah, buku pengetahuan, jurnal, biografi, dan sebagainya.
  3. Ulasan karya seni, adalah ulasan yang mengulas bentuk-bentuk karya seni. Contohnya patung, lukisan, karya dekorasi, dan lain-lain.
  4. Ulasan pementasan, ialah ulasan yang mengulas aktivitas yang dipentaskan seperti pentas tari, pentas musik, teater, wayang, dan lain sebagainya.

Cara Menulis Teks Ulasan

langkah-langkah menyusun teks ulasan

Pada dasarnya teks ulasan merupakan teks yang berisi pembahasan dan penilaian suatu karya. Maka dari itu, teks ini disusun berdasarkan penafsiran dan pemahaman pengulasnya.

Oleh sebab itu, langkah utama dalam menulis ulasan adalah dengan membaca atau menikmati karya yang akan diulas secara sungguh-sungguh terlebih dahulu.

Selanjutnya, kamu bisa mengikuti arahan dari tim Kemendikbud (2017, hlm. 171) tentang cara menulis teks ulasan berikut ini.

  1. Pertama, catat identitas buku atau karya yang ingin diulas, mencakup judul karya, penulis atau pihak lainnya yang berperan penting (sutradara, dan lain-lain), tanggal terbit, penerbit, dan identitas lainnya secara lengkap.
  2. Kemudian catat berbagai hal menarik yang menurut kamu menjadi pesona utama atau daya tarik karya yang hendak diulas.
  3. Selanjutnya lakukan analisa mendalam terkait kelebihan dan kelemahan karya.
  4. Lalu buatlah kesimpulan tentang isi dan kesan keseluruhan yang kamu dapatkan setelah menikmati karya.
  5. Terakhir, silakan beri komentar atau saran yang mewakili aksi konkret yang bisa dilakukan atau harapan terhadap karya yang diulas.

Contoh Teks Ulasan

Untuk melihat contohnya, silakan buka halaman: contoh teks ulasan.


Demikian materi lengkap tentang teks ulasan pada pembelajaran kali ini. Apakah kamu tertarik untuk mengulas sebuah karya dengan mengacu pada struktur di atas? Kalau iya, kasih tau di komentar ya karya apa yang mau kamu ulas 🙂

Tinggalkan komentar