Contoh Teks Negosiasi

Seorang pendiam dengan pikiran yang lantang. Lebih suka ngopi daripada ngeteh. Finalis 100 besar Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2017. Follow ig @manass12_

Kegiatan negosiasi atau proses tawar-menawar mudah sekali ditemukan dalam keseharian manusia. Mulai dari contoh negosiasi yang sederhana seperti meminta uang jajan ke orang tua, hingga contoh negosiasi yang lebih serius seperti kerjasama antaraperusahaan.

Pada dasarnya, teks negosiasi merupakan bentuk tulisan dari aktivitas negosiasi yang dilakukan secara lisan. Di dalam teks negosiasi juga terdapat kalimat-kalimat persuasif sebagaimana ketika seseorang membujuk pihak lain dalam negosiasi secara langsung.

Perlu diingat kembali, bahwa struktur teks negosiasi secara umum ada 4, yaitu orientasi, pengajuan, penawaran dan persetujuan.

Mendingan kamu baca dulu pengertian dan struktur teks negosiasi.

Contoh teks negosiasi bisa kamu temukan di berbagai tempat dan dalam berbagai tema, seperti proses tawar-menawar antara penjual dan pembeli di pasar, negosiasi antarteman, hingga negosiasi antara pengusaha dan pihak bank.

Bagi kamu yang sedang mencari kumpulan contoh negosiasi, berikut Pendidikanpedia berikan 30 contoh teks negosiasi berbagai tema-tema pilihan.

Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya

Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya
Perempuan baca buku

Berikut salah satu contoh teks negosiasi jual beli laptop yang strukturnya ditulis menggunakan bantuan nomor urut.

Struktur
1-3: orientasi
4-6: pengajuan
7-11: penawaran
12-14: persetujuan

1. Pembeli: “Selamat siang, mas. Saya mau beli laptop hari ini.”

2. Penjual: “Siang, mas. Mau laptop yang seperti apa dan spesifikasi yang dibutuhkan bagaimana ya? Biar saya bantu pilihkan.”

3. Pembeli: “Saya butuh laptop buat kuliah, sih. Tapi karena saya suka nge-game juga jadi kira-kira yang kuat buat game-game berat ada nggak ya?

4. Penjual: “Oh ada, mas. Kebetulan ini laptop XYZ keluaran terbaru. Sudah dilengkapi dengan software buat kuliah dan speknya juga kuat buat libas game-game berat.”

5. Pembeli: “Wah cocok banget, tuh. Berapa harganya, ya?”

6. Penjual: “Rp14.999.999 saja mas.”

7. Pembeli: “Kalau Rp10.000.000 dapet nggak mas?”

8. Penjual: “Belum dapet, mas, maaf. Harga segitu sudah dapat bonus anti gores dan flash disk juga, kok.”

9. Pembeli: “Beneran nggak bisa kurang, mas? Kalau Rp13.000.000 gimana?”

10. Penjual: “Kalau Rp13.000.000 nggak dapat bonu, mas.”

11. Pembeli: “Nggak sama sekali, mas? Gratis anti gores juga ya, mas. Kalau flash disk saya juga nggak terlalu butuh. Di kost ada Wi-Fi soalnya.”

12. Penjual: “Ya sudah, khusus buat mas hari ini saya kasih harga Rp13.000.000 bonus anti goresnya.”

13. Pembeli: “Terima kasih, mas. Langsung bungkus, ya.”

14. Penjual: “Sama-sama mas. Saya siapkan dan install sistem operasinya dulu, ya. Mohon tunggu sebentar.”

Contoh Teks Negosiasi Singkat

Contoh Teks Negosiasi Singkat
Cewek baca buku

Sesuai dengan namanya, teks negosiasi singkat adalah teks negosiasi yang isinya tidak terlalu panjang. Proses tawar-menawarnya tidak terlalu berbelit dan bisa diselesaikan dengan cepat. Berikut contohnya.

Ali: “Kang, gw boleh sewa sepatu pantofel punya lu sehari? Buat perpisahan nih.”

Anas: “Oh boleh. Sok mau disewa berapa?”

Ali: “Rp30 ribu gimana?”

Anas: “Ah kemurahan. Naikkin lah, wkwk.”

Ali: “Dih, berapa, sih?”

Anas: “Buat lu gw kasih Rp50 ribu.”

Ali: “Ya udah, gapapa dah. Minggu depan gw pakenya ya.”

Anas: “Oke.”

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Beserta Strukturnya

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Beserta Strukturnya
Aktivitas jual beli

Negosiasi paling sering ditemukan ketika melakukan aktivitas jual beli. Berikut contoh teks negosiasi jual beli beserta strukturnya yang ditulis dengan nomor urut.

Struktur
1-2: pembukaan (orientasi)
3: permintaan
4: pemenuhan
5-6: penawaran
7: permintaan
8-10: pemenuhan
11-12: penawaran
13: persetujuan
14: pembelian
15: penutup

1. Pembeli: “Permisi, di sini jual tas juga?”

2. Penjual: “Iya, silahkan bisa dipilih-pilih dulu.”

3. Pembeli: “Untuk tas ransel yang ini berapa ya?”

4. Penjual: “Oh itu harganya Rp250 ribu. Spesifikasinya juga sudah dilengkapi dengan banyak fitur. Di antaranya sudah anti air, resletting anti rusak dan juga bonus rain cover.”

5. Pembeli: “Mahal juga yah. Nggak bisa kurang, pak?”

6. Penjual: “Maaf kalau untuk yang itu sudah pasnya begitu. Atau kalau mau saya ambilkan tas sejenis lain tapi yang lebih murah?”

7. Pembeli: “Coba tolong ambilin yang lebih murah pak.”

8. Penjual: “Baik, ini dia, pak. Bedanya hanya di ukurannya saja. Yang ini sedikit lebih kecil. Selebihnya kurang lebih sama dengan yang tadi, kok.

9. Pembeli: “Hm.. begitu ya. Harganya berapa, pak?”

10. Penjual: “Rp200 ribu, pak.”

11. Pembeli: “Rp150 ribu boleh pak?

12. Penjual: “Baik, boleh pak.”

13. Pembeli: “Deal ya.”

14. Penjual: “Iya, pak. Ini tasnya. Terima kasih sudah berbelanja di sini, ya.”

15. Pembeli: “Sama-sama, pak.”

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli di Pasar

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli di Pasar
Jual beli di pasar

Pasar merupakan salah satu tempat negosiasi yang paling umum. Di bawah ini disajikan contoh teks negosiasi jual beli di pasar.

Pembeli: “Selamat pagi, di sini ada jengkol, bu?”

Penjual: “Oh iya, pagi bu. Itu ada bu, jengkolnya ada di bagian depan, ya.”

Pembeli: “Sekilonya berapa, bu?”

Penjual: “Rp80.000 bu.”

Pembeli: “Wah masih mahal banget yah.”

Penjual: “Iya, bu. Belum turun lagi.”

Pembeli: “Tapi ini jengkolnya tua-tua nggak, bu?”

Penjual: “Tua-tua kok. Bisa dipilih sendiri bu, silahkan saja.”

Pembeli: “Ini sudah bu. Bu, beneran ini nggak bisa kurang? Rp50.000 aja ya?”

Penjual: “Waduh, kemurahan ibu segitu mah. Rp70.000 paling pasnya.”

Pembeli: “Ya sudah, ini uangnya bu.”

Penjual: “Baik, terima kasih bu.”

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Tanah

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Tanah
Jabat tangan

Dalam hal jual beli tanah, biasanya juga akan dilakukan negosiasi terlebih dahulu. Bagi kamu yang sedang mencari contonya, bisa melihat pada teks di bawah ini.

Pada suatu siang, bapak Fikri menemui bapak Valent di sebuah restoran untuk menepati pertemuan penting perihal penjualan tanah milik bapak Valent.

Pak Fikri: “Selamat siang, bapak Valent. Bagaimana kabarnya?” (sambil berjabat tangan).

Pak Valent: “Alhamdulillah baik, pak.”

Pak Fikri: “Baik langsung saja ya. Saya dengar dari bapak Anas, bapak Valent ini mau jual tanah yang ada di jl. Mochammad Kertawijaya no. VI itu pak? Apa betul?”

Pak Valent: “Oh iya pak betul. Di situ tanahnya memang mau saya jual. Bapak tertarik?”

Pak Fikri: “Benar, pak. Saya berminat beli tanah di situ untuk ladang usaha baru saya. Lokasinya juga saya lihat ramai-ramai terus ya. Harganya berapa ya?”

Pak Valent: “Tanahnya saya jual Rp2 miliar pak. Itu sudah termasuk biaya balik namanya. Gimana? hehe.

Pak Fikri: “Wah fantastis sekali ya hahaha. Saya kira Rp1 miliar sudah dapet pak.”

Pak Valent: “Wah belom, pak. Tanah di sebelahnya punya H. Asep malah dulu laku sekitar Rp3 miliar-an.”

Pak Fikri: “Begitu yah. Kebetulan saya lagi low-budget juga ini. Saya tawar Rp1,5 miliar saja pak. Bagaimana? Itu penawaran terakhir saya, deh.”

Pak Valent: “Siap pak. Kalau begitu saya setuju. Mari kita bicarakan soal ganti nama dan perihal lain-lainnya nanti malam ya.”

Pak Fikri: “Alhamdulillah. Baik pak, nanti malam saya ke rumah bapak.”

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Rumah

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Rumah
Rumah

Negosiasi jual beli rumah cenderung lebih panjang, karena banyak hal yang akan diperdebatkan dan diskusikan sebelum mencapai kesepakatan bersama.

Untuk selengkapnya, silahkan lihat pada contoh teks negosiasi jual beli rumah beserta strukturnya berikut.

Jarang-jarang bapak Raffi pergi berkunjung ke rumah temannya, namun siang ini ia berkunjung ke rumah bapak Bagus dengan suatu maksud. Yaitu untuk membeli rumahnya bapak Bagus. Berikut percakapan mereka berdua.

Orientasi

Bapak Raffi: “Assalamualaikum, pak Bagus ada di rumah?”

Bapak Bagus: “Waalaikumsalam, kebetulan ini saya ada di rumah pak. Ayo masuk dulu masuk.”

Bapak Raffi: “Gimana pak Bagus? Sehat?”

Bapak Bagus: “Sehat, alhamdulillah sehat. Bapak sendiri bagaimana? Jadi, ada keperluan apa nih datang ke sini? Jarang-jarang lho kan orang seperti pak Raffi ini keluar rumah hahaha.”

Permintaan

Bapak Raffi: “Haha iya bisa aja nih pak Bagus. Jadi begini pak, saya dengar-dengar dari tetangga dan pak RW, katanya pak Bagus mau jual rumah yang ada di depan komplek itu?”

Pemenuhan

Bapak Bagus: “Wah iya benar pak. Rumah itu memang mau saya jual. Agak repot juga kalau saya ngurus rumah dua-dua seperti sekarang ini. Kalau pun akan dikontrakan, rasanya saya harus keluar modal banyak lagi buat renovasinya. Karena kayaknya itu rumah harus direnovasi lagi biar orang tertarik. Jadi mendingan saya jual aja, nanti uangnya bisa buat nambah-nambah usaha toko depan rumah yang ini.”

Bapak Raffi: “Bapak Bagus ini memang jiwa wirausahanya sangat membara-bara ya haha.

Bapak Bagus: “Yah namanya juga buat hari tua, pak. Saya nggak mau ngerepotin anak-anak haha. Mereka juga kan sudah punya rumah masing-masing, jadi yang itu benar-benar nggak terpakai.”

Bapak Raffi: “Kebetulan maksud saya ke sini karena saya berminat untuk beli rumah tersebut pak. Tentunya kalau sesuai dengan keuangan saya ya, hehe.”

Bapak Bagus: “Wah kalau sama teman dekat sendiri nggak saya jual mahal, kok haha.”

Bapak Raffi: “Jadi berapa harganya nih, pak?”

Bapak Bagus: “Karena harus direnov lagi, saya pasang harga tanah sama bangunannya saja ya pak. Luas tanahnya 250 meter dan luas bangunannya 200 meter. Detail lainnya nanti bapak bisa lihat di sertifikatnya. Pakai ukuran tanah daerah sini dan harga bangunan sekarang ini, buat bapak saya jual Rp1,8 miliar saja pak.”

Penawaran

Bapak Raffi: “Hm.. begitu ya, saya kira nggak sampai segitu pak haha.”

Bapak Bagus: “Yah kalau buat orang lain tadinya saya pasang harga Rp2 miliar pak. Ditawar saja silahkan.”

Bapak Raffi: “Kebetulan budget saya sekarang ini cash cuma ada Rp1 miliar pak.”

Bapak Bagus: “Rp1 miliar saya rasa kurang pak. Nanti modal saya buat buka tokonya kan terbatas juga haha.”

Bapak Raffi: “Ahaha ya saya paham, pak. Tapi kalau bapak mau menunggu sampai bulan depan, saya bisa siapkan Rp1,5 miliar pak. Bagaimana?”

Persetujuan

Bapak Bagus: “Lho tidak apa-apa, pak. Saya jual santai ini, kok. Rp1,5 miliar ya pak.”

Bapak Raffi: “Kalau begitu yang Rp1,5 miliarnya saya jadikan uang muka saja ya pak. Nanti sisanya bulan depan saya lunasin sekalian kita omongin masalah notarisnya.”

Bapak Bagus: “Baik pak, kalau tidak repot juga nanti biar saya yang urus notarisnya haha.”

Pembelian

Bapak Raffi: “Wah alhamdulillah. Baik ini uangnya pak langsung saya bawa.”

Bapak Bagus: “Sebentar ya pak, saya ambilkan kwitansi dan materia dulu.”

Bapak Raffi: “Iya pak.”

Bapak Bagus: “Nah ini pak, silahkan tanda tangan.”

Penutup

Bapak Raffi: “Baik pak sudah. Kalau begitu saya pamit dulu ya pak. Senang berbisnis dengan bapak, hehe. Assalamualaikum.”

Bapak Bagus: “Iya pak, terima kasih banyak ya. Waalaikumsalam”

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli HP

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli HP
Smartphone

Satu hal yang wajar ketika negosisai dilakukan oleh penjual dan pembeli sebelum pembeli memutuskan untuk beli HP tertentu. Berikut contoh teks negosiasi 3 orang jual beli HP.

Di suatu hari, Anas sedang main di rumah Abang Raffi karena ia berniat ingin membeli HP baru sambil diantar Abang Raffi.

Anas: “Bang, HP apa ya yang kira-kira bagus dan cocok buat gw?”

Abang Raffi: “Lu punya budget berapa dulu?”

Anas: “Yaahh ada sekitar Rp3 jutaan, sih.”

Abang Raffi: “Hm.. kalau gitu mending kita langsung otw ke konter HP di Mall pusat kota aja, skuy.”

Anas: “Ya udah ayo, skuy.”

Setibanya mereka di toko HP …

Penjual HP: “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?”

Anas: “Kami mau lihat-lihat dulu, mas.”

Penjual HP: “Oh iya silahkan, mas.”

Anas: “Ada rekomendasi HP dengan spek bagus harga 3 jutaan, mas?”

Penjual HP: “Ada, mas. Ini dia HP keluaran terbaru zzz 8 Pro. Sudah pake prosesor mediatek gaming terbaru dan dilengkapi dengan teknologi pendingin. Siap libas semua game.”

Abang Raffi: “Nah itu boleh juga tuh, nas. Kalau dibandingin sama HP lu yang sekarang sih beda jauh.”

Anas: “Tapi kalau HP xxx 5 Pro ada juga mas?”

Penjual HP: “Ada mas, kita ready stok warna hijau dan ungu.”

Abang Raffi: “Kenapa nggak yang tadi aja nas?”

Anas: “Gw lebih suka sama HP yang prosesornya naga, bang.”

Penjual HP: “Ini mas HP-nya.”

Anas: “Berapa ini mas?”

Penjual HP: “Untuk varian RAM 4 GB dan ROM 128 GB kami jual seharga Rp3,2 juta, kak.”

Abang Raffi: “Wah saya kira di bawah Rp3 juta mas.”

Anas: “Kalau Rp2,8 juta boleh mas?”

Penjual HP: “Wah belum bisa, kak. Ini kameranya sudah 48 MP, prosesornya juga yang paling tinggi di kelasnya. Pokoknya worth it banget sih harga segitu, kak.”

Anas: “Iya, sih. Tapi masa nggak bisa kurang sama sekali mas? Rp2,9 juta gimana?”

Abang Raffi: “Kalau Rp2,9 juta masih belum dapet, kita mending cari di toko lain ya, nas.”

Penjual HP: “Eiitss.. Baik, kak. Khusus buat kakak kita kasih Rp2,9 juta.”

Anas: “Nah gitu dong, mas. Ini uangnya.”

Penjual HP: “Mohon tunggu sebentar ya mas. Saya bungkus dan tuliskan notanya dulu.”

Anas: “Iya mas.”

Anas: “Makasih banget nih ya, bang. Akhirnya dapet juga HP baru haha.”

Abang Raffi: “Iya, slow aja wkwk.”

Penjual HP: “Ini mas HP berikut nota pembayarannya.”

Anas: “Oke, mas. Kalau ada apa-apa nanti saya datang ke sini lagi, ya?”

Penjual HP: “Iya tentu saja boleh, kak.”

Abang Raffi: “Kalau begitu, kita pamit dulu, mas. Terima kasih ya.”

Penjual HP: “Terima kasih kembali sudah berkunjung kemari, ya.

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Sepatu

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Sepatu
Sepatu

Teks negosiasi jaul beli sepatu berarti menegosiasikan dan mencapai kesepakatan untuk melakukan transaksi dengan sepatu sebagai produknya.

Kakak penjual: “Selamat siang, selamat datang di toko sepatu 07Original. Ada yang bisa saya bantu?”

Daffa: “Siang, mbak. Sepatu adinda keluaran terbaru ada?”

Kakak penjual: “Ada, kak. Mau yang ukuran berapa?”

Daffa: “Size 42, mbak.”

Kakak penjual: “Ini sepatunya, kak. Silahkan dilihat dan dicoba saja dulu.”

Daffa: “Baik, mbak. Wahh bagus juga ya. Enak dipakai juga. Berapa nih harganya, mbak?”

Kakak penjual: “Di sini kita jual cuma Rp800 ribu aja, kak. Kalau di tempat lain mungkin bisa Rp1 juta lebih.”

Daffa: “Tapi ini dijamin original?”

Kakak penjual: “Sesuai nama toko kita, tentu original kak. Kalau terbukti palsu, kita siap refund 100%.”

Daffa: “Rp500 ribu aja ya, mbak.”

Kakak penjual: “Maaf, belum bisa, kak.”

Daffa: “Yahh Rp550 ribu gimana?”

Kakak penjual: “Ya sudah Rp700 ribu aja. Gimana?”

Daffa: “Ya sudah, mbak. Saya beli yang ukuran 42 ini, ya.”

Kakak penjual: “Baik, kak. Ini sepatu dan struk pembayarannya.”

Daffa: “Terima kasih, mbak.”

Kakak penjual: “Sama-sama dan datang lagi lain kali, ya.”

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Jam Tangan

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Jam Tangan
Jam tangan

Buat kamu yang lagi cari contoh teks negosiasi jual beli online, di bawah ini ada 1 contoh teks negosiasi jual beli jam tangan lewat online shop.

Gilang sedang melihat-lihat toko online jam tangan di sebuah aplikasi e-commerce terkenal. Kemudian dia memutuskan untuk menawar salah satu jam tangan yang menarik. Berikut percakapan negosiasi antara Gilang dan penjual jam tangan.

Gilang: “Halo, untuk harga jam tangan yang satu ini apa bisa ditawar?”

Penjual: “Selamat datang di toko jam kami. Silahkan bisa ditawar, kak.”

Gilang: “Tapi ini beneran merk yang terkenal itu kan? Asli?”

Penjual: “Kami merupakan toko jam tangan yang hanya mendistribusikan dan menjual jam-jam tangan orisinil dari brand yang telah bekerja sama, kak. Jadi, kami dapat menjamin dan memastikan bahwa semua produk yang kami jual dan yang ada di toko kami adalah produk asli.”

Gilang: “Wah begitu, ya. Untuk garansinya berapa lama, kak?”

Penjual: “Produk jam tangan yang kakak pilih tadi memiliki garansi mesin 12 bulan.”

Gilang: “Soal harganya, di aplikasi tertera Rp299.000. Kalau Rp200.000 bisa kak?”

Penjual: “Maaf, belum bisa kak. Penawaran terbaik kami adalah Rp250.000.”

Gilang: “Baik kak. Kalau begitu boleh minta link yang Rp250.000.”

Penjual: “Berikut kami berikan khusus buat kakak.”

Gilang: “Terima kasih, kak. Saya lanjut ke pembayaran ya.”

Penjual: “Silahkan, kak. Terima kasih kembali.”

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Baju

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Baju
Jual beli baju

Hal yang lumrah ketika kamu menemukan negosiasi antara penjual baju dan pembelinya. Seperti pada salah satu contoh teks negosiasi berikut ini.

Suatu hari di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota Karawang…

Mbak Karyawan: “Silahkan kak, dipilih baju-bajunya.”

Fashya: “Hm.. iya iya, mbak.”

Mbak Karyawan: “Lagi cari baju apa, kak?”

Fashya: “Saya lagi cari kemeja putih, kak.”

Mbak Karyawan: “Oh, kalau untuk kemeja, tempatnya ada di bagian sebelah sana, kak. Kemudian kalau kakak cari celananya juga, di situ tempatnya. Di sini deretan untuk kaos sehari-hari. Dan di pojokan sana kakak bisa lihat-lihat jaket dan outwear lainnya.”

Fashya: “Oh, di sana ya.”

Mbak Karyawan: “Mari, kak. Saya antar saja. Kalau boleh tahu kemejanya mau yang seperti apa ya?”

Fashya: “Kemeja buat kerja sih, mbak. Karena besok adalah hari interview saya.”

Mbak Karyawan: “Oh begitu ya. Kalau untuk interview, saya sarankan kemeja putih ini saja kak. Sangat cocok untuk dipadukan dengan celana hitam yang sedang kakak kenakan sekarang itu.”

(Mbak Karyawan memberikan 1 kemeja yang dirasa cocok untuk Fashya.)

Fashya: “Mbak hebat juga ya kalau soal beginian, haha. Harganya berapa ya, mbak?”

(Fashya berbicara sambil melihat-lihat kemejanya.)

Mbak Karyawan: “Ah kakak bisa aja, ini kan memang kerjaan saya hehe. Harga kemeja Ini Rp200.000, kak. Tapi kebetulan sedang ada diskon sebesar 20%. Nanti di kasir harganya akan dipotong diskon secara otomatis. Kalau yang di label ini belum terpotong diskon.”

Fashya: “Wahh saya kira bisa dapat Rp100.000 belum diskon, hehe.”

Mbak Karyawan: “Belum, kak. Tapi kalau kakak beli 5 buah kemeja, diskon masing-masing kemejanya menjadi 50%, kak.”

Fashya: “Saya ga butuh banyak sih. Ya sudah gapapa, saya beli 1 aja ya, mbak. Yang ini.”

Mbak Karyawan: “Baik kak, ini saya buatkan notanya dulu. Nanti kalau sudah selesai lihat-lihat, kaka bisa langsung ke kasir dan lanjut ke proses pembayarannya ya.”

(Mbak karyawan menulis dan mencatat item di nota.)

Mbak Karyawan: “Nah ini notanya, kak. Kasirnya ada di depan, ya.”

Fashya: “Baik, terima kasih banyak ya, kak.”

(Fashya langsung berjalan menuju kasir.)

Kasir: “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?”

Fashya: “Siang, ini saya beli ini, mbak.”

(Sambil memberikan nota.)

Kasir: “1 kemeja putih ukuran M ya, kak. Ada lagi?”

Fashya: “iya betul, sudah, mbak.”

Kasir: “Semuanya jadi Rp140.000 setelah terpotong diskon 20%, kak.”

Fashya:” Oh iya, ini uangnya.”

Kasir: “Terima kasih, ini kembaliannya.”

Fashya: “Sama-sama, mbak.”

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Buku

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Buku
Jual beli buku

Mungkin negosiasi jual beli buku tidak bisa dilakukan di toko buku karena masing-masing buku sudah ada label harganya. Tapi, kamu tetap bisa melakukan negosiasi jual beli buku bersama teman seperti yang ada pada contoh teks berikut.

Dio: “Eh buku apa tuh, nas?”

Anas: “Ohh itu, judulnya Kece Tanpa Kere.”

Dio: “Keren juga ya judulnya. Isinya apaan?”

Anas: “Menurut gw bagus banget sih. Isinya kayak semacam pendidikan finansial gitu. Gimana caranya biar kita bisa lebih hemat, tapi nggak sampai yang kesiksa-siksa banget, tetep jajan dan liburan gitu.”

Dio: “Wahh mantep kaliii.”

Anas: “Terus di dalemnya juga ada tips-tips mengatur keuangan, sama kisah dari orang-orang hebat, lho yo.”

Dio: “Wihh bagus dah. Gw jadi pengen beli. Itu lu beli dimana?”

Anas: “Gw dulu beli di toko buku yang di Galuh Mas itu. Mending lu beli yang gw aja ini. Rp80.000 dah.”

Dio: “Yahh duit gw ga cukup kalau segitu. Lagi ga bawa dompet, nih. Rp50.000 aja gimana?

Anas: “Hem.. gimana ya.. Rp70.000 ya. Gapapa sisanya yang 20 nanti aja besok-besok.”

Dio: “Oke deh siap. Ini uangnya ya. Sisanya besok kalau gw main lagi. Langsung gw baca dah tuh sekarang bukunya, wkwk.”

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Buah Jeruk

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Buah Jeruk
Jual beli buah jeruk

Kalau kamu butuh contoh teks negosiasi jual beli di pasar dengan produk yang spesifik, maka contoh berikut merupakan contoh yang tepat buat kamu.

Di pagi hari Upink disuruh ibunya untuk membeli buah jeruk sebanyak 2 kg di pasar.

Upink: “Pak, ada jeruk?”

Penjual: “Banyak, de. Itu tuh deretan jenis-jenis jeruk. Lagi cari jeruk apa?”

Upink: “Jeruk yang manis pak, yang bisa dimakan langsung itu.”

Penjual: “Oh ini, nih ada. Mau berapa kilo?”

Upink: “Sekilonya berapa?”

Penjual: “Satu kilo Rp14.000, dek.”

Upink: “Rp12.000 aja ya pak.”

Penjual: “Kalau cuma beli satu kilo, 12 ribu mah kurang atuh.”

Upink: “Ini saya mau beli 2 kilo, kok. Gimana? 2 kilo jadi Rp24.000 ya?”

Penjual: “2 kilo Rp25.000 ya dek, udah harga pas.”

Upink: “Ya udah, ini uangnya, pak.”

Penjual: “Nah gitu dong. Panglaris. Nanti belanja di sini lagi ya, dek.”

Upink: “Iya, nanti kapan0kapan lagi, pak. Saya pamit dulu.”

Contoh Teks Negosiasi Kerja Sama

Contoh Teks Negosiasi Kerja Sama
Kerja sama

Teks negosiasi kerja sama adalah teks negosiasi yang dapat menghasilkan keputusan bersifat win-win solution bagi kedua belah pihak. Artinya, semua pihak yang terlibat harus sama-sama diuntungkan dan tidak ada yang dirugikan. Berikut ini contohnya.

Pemilik Usaha: “Selamat pagi, pak. Jadi begini, seperti yang Bapak ketahui, saya kan mempunyai usaha jasa servis HP, ya. Nah, Bapak ini kan orangnya melek teknologi dan internet. Saya ingin minta bantuannya untuk mempromosikan usaha servis HP saya di internet, pak. Bisa di akun media sosial seperti Facebook, Instagram dan semacamnya.

Orang IT: “Wahh iya betul, pak. Kebetulan profesi saya memang di bidang teknologi dan informasi. Boleh saja, pak. Tapi, keuntungan buat saya apa ya?”

Pemiik Usaha: “Nah, keuntungan buat Bapak, nanti setiap HP Bapak atau keluarga ada yang rusak dan butuh diservis, maka akan saya servis gratis dengan syarat kerusakannya tidak terlalu parah dan di bawah harga servis Rp200.000, pak.”

Orang IT: “Boleh juga, tuh. tapi apa bisa dinaikkan pak supaya gratis di bawah harga servis Rp300.000?”

Pemilik Usaha: “Iya, tidak apa-apa kalau begitu jadi Rp300.000. Kalau begitu apa kita setuju dan sepakat, pak?

Orang IT: “Sepakat, pak. Nanti akan saya bantu promosikan usaha Bapak ini di internet dan media-media sosial. Semoga nanti usahanya makin laris ya, pak.”

Pemilik Usaha: “Aamiin. Terima kasih banyak pak. Kalau begitu saya pamit dulu, ya.”

Orang IT: “Baik, pak, sama-sama. Senang berbisnis dengan Bapak.”

Contoh Teks Negosiasi di Sekolah

Contoh Teks Negosiasi di Sekolah
Lingkungan sekolah

Teks negosiasi di sekolah berarti teks negosiasi yang dilaksanakannya di lingkungan sekolah. Berikut contoh singkat teks negosiasi di sekolah yang membahas lokasi dan dress code untuk foto buku tahunan sekolah.

Fikri: “Selamat pagi, pak.”

Wali Kelas: “Iya selamat pagi, Fikri. Ada apa ya?”

Fikri: “Saya ke sini ingin membahas rencana kita terkait lokasi dan dress code pakaian untuk pemotretan buku tahunan sekolah, pak.”

Wali Kelas: “Oh iya, jadi bagaimana, Fik? Apa semua anggota kelasnya setuju dengan lokasi yang Bapak usulkan di lingkungan alam sebagaimana kakak kelas kalian terdahulu?”

Fikri: “Hasil diskusi kami di kelas tadi, para siswa tidak setuju pak. Karena tempatnya yang memang jauh dari sini, kami takut ketika siswa sudah sampai di tempat, mereka sudah kelelahan setelah melalui perjalanan yang jauh.”

Wali Kelas: “Baiklah kalau begitu, Bapak juga khawatir sebenarnya kalau terlalu jauh dan anak-anak juga jadi cape duluan. Tapi, apa ada usulan lain dari kalian?”

Fikri: “Kami lebih memilih untuk melakukan pemotretan buku tahunan sekolah di Cafe dekat sekolah, pak.”

Wali Kelas: “Tapi kalau begitu, kalian harus mengeluarkan uang lagi untuk biaya sewa tempatnya, bukan?

Fikri: “Iya, pak. Tidak apa-apa kok. Kita-kita nggak keberatan.”

Wali Kelas: “Bagus kalau begitu. Karena tempatnya yang lebih dekat juga akan memudahkan Bapak ketika meminta persetujuan kepala sekolah nantinya. Bapak setuju, Fik.”

Fikri: “Baik, pak. Terima kasih banyak. Saya pamit ke kelas lagi, ya.”

Wali Kelas: “Silahkan.”

Contoh Teks Negosiasi Antarteman

Contoh Teks Negosiasi Antarteman
Negosiasi antarteman

Negosiasi antarteman juga tidak jarang terjadi. Bisa menegosiasikan tentang barang yang ingin dipinjam, disewa dan lain-lain. Berikut contoh teks negosiasi antarteman untuk menyewa kamera.

Sahdan: “Fik, lu punya kamera yang bagus kan, ya?”

Fikri: “Yahh, kalau buat foto-foto sih lumayan bagus, dan. Kenapa emang?”

Sahdan: “Ini gw sama tim lagi butuh kamera buat pemotretan produk-produk baru kami yang mau rilis.”

Fikri: “Oh iya, lu kan lagi mulai bisnis clothingan ya.”

Sahdan: “Nah iya, Fik. Jadi rencananya gw mau sewa kamera DSLR lu buat sekitar 3 harian, kira-kira berapa?”

Fikri: “Hem.. Rp100 ribu per hari gimana dan? Keberatan nggak? wkwk.”

Sahdan: “Waduuh, jangan cepe juga dong haha. Kurangin lah”

Fikri: “Haha, iya iya becanda. Rp50 ribu dah. Buat 3 hari jadi Rp150.000.”

Sahdan: “Nah gitu dong wkwk. Oke deh, kapan bisa gw ambil kameranya? Oh iya gw pemotretannya dari hari Jumat sampai Minggu ini ya.”

Fikri: “Besok juga bisa diambil, tuh. Tapi nanti pas balikin ke gw nya foto-fotonya udah lu pindahin sendiri ya, gw males ngerapihinnya lagi nanti. Sama nanti cas dulu sebelum dipake ya, takutnya baterainya belum ke isi penuh.”

Sahdan: “Oke deh, besok gw ambil sekalian ngasih uangnya ya.”

Fikri: “Sip.”

Contoh Teks Negosiasi Antara Guru dan Siswa

Contoh Teks Negosiasi Antara Guru dan Siswa
Negosiasi antara guru dan siswa

Tidak jarang juga guru melakukan negosiasi dengan siswanya ketika akan memberikan tugas atau ujian di kelas. Penasaran bagaimana? Berikut contoh teks negosiasi antara guru dan siswa.

Guru: “Baik, minggu depan kita laksanakan ujian untuk BAB teks eksplanasi ini ya, anak-anak? Bagaimana?”

Siswa: “Jangan dong, bu. Tugas kan juga sudah banyak, kami belum selesain semua. Belum lagi tugas-tugas dari mapel lainnya, bu.

Guru: “Jadi kalian keberatan kalau ujiannya minggu depan?”

Siswa: “Iya, bu. Apalagi tadi kan Ibu juga udah ngasih tugas baru lagi.”

Guru: “Kalau begitu, kalian siapnya kapan?”

Siswa: “2 minggu lagi, bu.”

Guru: “Begitu, yah.. baiklah. Tapi karena materi BAB teks eksplanasi ini kan kita sudah selesai, ada yang punya ide apa yang akan kita lakukan untuk minggu depan?”

Siswa: “Bagaimana kalau kita bahas saja tugas-tugas yang sekarang dan juga materi untuk ujiannya itu, bu?”

Guru: “Ide bagus. Kalau begitu minggu depan kita akan membahas tugsa dan juga materi untuk ujian, ya. Ibu juga tidak mau kalau kalian terlalu tertekan akibat tugas dan ujian-ujian sekolah.”

Siswa: “Yeay, terima kasih banyak, Ibu.”

Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Keluarga

Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Keluarga
Negosiasi di lingkungan keluarga

Ketika akan membuat sebuah keputusan penting, para anggota keluarga akan berkumpul dan mendiskusikannya. Pada contoh teks negosiasi di lingkungan keluarga berikut, hal yang akan dinegosiasikan adalah pilihan sekolah anak untuk melanjutkan ke jenjang SMA.

Bapak: “Jadi, nak, kamu mau lanjut sekolah SMA atau SMK?”

Anak: “Kalau aku pribadi sih maunya lanjut ke SMK, pak.”

Bapak: “Lho, kenapa nggak SMA aja?”

Anak: “Aku sudah tahu passion, minat dan bakatku sendiri sekarang. Lagi pula, SMK juga tidak seburuk itu dan ada juga SMK favorit kan di kota kita.”

Ibu: “Kalau ibu sih, setuju-setuju saja. Gimana kamu aja nak, selama kamu nyaman dan tahu sebab-akibat dari keputusanmu itu.”

Bapak: “Begitu, yah. Rupanya anak Bapak sudah besar juga ya hahaha. Kalau begitu, jurusan apa yang kamu mau?”

Anak: “Dari kecil, aku kan udah suka main komputer dan teknologi gitu, pak. Jadi aku mau masuk SMK jurusan RPL.”

Bapak: “Kamu sudah cari tahu dan riset mengenai jenjang karir dari lulusan RPL nantinya, nak?”

Anak: “Tentu sudah, pak. Seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi, tenaga ahli di bidang IT seperti lulusan dari RPL pasti akan semakin dicari. Jadi, aku rasa nyari kerjanya nggak akan susah dan siapa tau nanti malah aku yang bisa buka lapangan pekerjaan.”

Ibu: “Wahh bagus tuh kalau begitu, pak.”

Bapak: “Hm.. tapi apa ada SMK yang menyediakan jurusan RPL nak? Soalnya Bapak baru denger juga jurusan ini, nih.”

Anak: “Di SMK favorit pusat kota ada kok, pak. Aku yakin dengan nilai nemku yang di atas rata-rata, aku optimis bisa masuk di situ.”

Bapak: “Wahh baguss, kamu sangat percaya diri. Kalau begitu Bapak setuju. Nanti segera kita urus ya proses pendaftarannya.”

Ibu: “Alhamdulillah.”

Anak: “Siap, pak.”

Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Dialog

Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Dialog
Negosiasi dalam bentuk dialog

Kebanyakan teks negosiasi itu memang tersedia dalam bentuk dialog. Karena mengingat negosiasi biasa dilakukan secara langsung oleh semua pihak yang terlibat melalui dialog. Berikut contoh teks negosiasi jual beli dalam bentuk dialog.

Anas: “Permisi, pak. Saya sedang cari koper.”

Penjual: “Oh iya, kak. Silahkan ini memang deretan khusus koper. Bisa lihat-lihat dulu. Atau kakak sedang cari koper spesifik yang seperti apa ya?”

Anas: “Saya akan melanjutkan pendidikan di luar negeri, tepatnya di Jerman. Jadi saya cari koper buat ke sana yang kapasitasnya cukup besar pak.”

Penjual: “Wahh selamat ya, kak. Untuk ke negara-negara Eropa, kami selalu menyarankan kakak menggunakan koper yang sudah dilengkapi dengan fasilitas kunci TSA.”

Anas: “Terima kasih, pak. Wahh fasilitas apa tuh TSA?”

Penjual: “TSA itu singkatan dari Transportation Security Administration. Biasanya kalau di bandara-bandara negara Eropa, petugsa akan memeriksa koper penumpang demi kepentingan keamanan dan kalau ternyata kopernya tidak menggunakan kunci TSA, maka mereka akan membobol dan membuka koper secara paksa. Jadi bisa membuat koper rusak.”

Anas: “Wahh fatal juga ya akibatnya kalau nggak pakai koper yang TSA. Kalau begitu di sini ada koper TSA, pak?”

Penjual: “Tentu saja ada, kak. Tapi memang harga koper TSA lebih mahal daripada koper yang menggunakan kunci pengaman biasa.”

Anas: “Tidak apa-apa lah, pak. Ada yang ukuran berapa aja ya?”

Penjual: “Berikut kami sediakan ukuran 18, 20, 24 dan 28 inci. Tapi kami menyarankan untuk membeli yang ukuran 24 inci, kapasitasnya muat sampi 23 kg, kak.”

Anas: “Berapa harganya ya, pak?”

Penjual: “Harga normalnya, Rp2,8 juta, kak. Tapi sekarang sedang ada diskon.”

Anas: “Benar-benar beda jauh sekali ya harganya dengan koper-koper biasa. Diskonnya berapa persen dan jadi berapa tuh harga akhirnya?”

Penjual: “Diskon 50% sehingga hanya Rp1,4 juta saja. Ini juga merupakan koper dari merk lokal terbaik yang kualitasnya memang sudah sangat terkenal dan terpercaya.”

Anas: “Boleh saya lihat dalamnya dulu, pak?”

Penjual: “Boleh, kak. Ini bagian dalamnya. Ada beberapa ruangan terpisah dan juga kalau kakak beli ini, akan mendapatkan bonus 2 buah hanger pakaian.”

Anas: “Menarik sekali. Harganya gak bisa kurang lagi nih, pak?”

Penjual: “Nggak bisa, kak. Karena ini juga sudah mendapatkan diskon 50%.”

Anas: “Iya sih ya. Ya sudah gapapa, lah. Kalau begitu saya beli. Yang warna hitam ada, pak?”

penjual: “Ada, kak. Mari kita langsung menuju kasir kalau kakak sudah selesai lihat-lihat.”

Anas: “Baik, pak.”

Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi

Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi
Teks negosiasi dalam bentuk narasi

Meskipun jarang, namun ada saja orang yang mencari contoh teks negosiasi dalam bentuk narasi. Selain dapat ditulis dalam bentuk dialog, nyatanya teks negosiasi memang bisa juga ditulis dalam bentuk narasi. Berikut di bawah ini contohnya dengan tema jual beli tas.

Pada suatu hari Irma ingin membeli tas baru untuk dipakai sekolah. Karena, tas lamanya sudah rusak dan tidak layak pakai lagi. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke toko tas terdekat dari rumahnya.

Sesampainya di sana, Irma langsung disuguhkan berbagai pilihan tas dengan aneka model yang beragam. Ia langsung menjatuhkan pandangannya pada tas ransel yang ada di deretan kedua baris pertama. Lantas ia langsung saja menanyakan spesifikasi dan kelengkapan tas tersebut kepada penjual.

Lantas penjual segera menjelaskannya. Menurut si penjual, tas tersebut memiliki 3 ruang atau bukaan. Di ruang utama yang paling besar juga terdapat kompartemen khusus untuk laptop. Selain itu, tas tersebut juga sudah anti air. Meskipun demikian, Irma tetap akan mendapatkan bonus rain cover apabila membelinya.

Mendengar penjelasan penjual tersebut, Irma semakin tertarik saja. Namun, dia masih penasaran dengan model yang lain. Kemudian ia menunjuk salah satu tas dan menanyakannya lagi.

Tas kedua tersebut tidak jauh berbeda dengan tas yang pertama. Hanya saja, tas kedua memiliki 3 ruang ditambah 1 ruang tambahan, namun tidak memiliki kompartemen laptop. Setelah mendengarnya, Irma menetapkan hatinya untuk memilih tas yang pertama karena ia selalu membawa serta laptopnya setiap kali pergi ke sekolah.

Selanjutnya ia menanyakan warna apa saja yang tersedia untuk model tas pertama tersebut. Ternyata hanya ada varian warna hitam dan abu-abu saja. Karena tersebut memang seperti tas kantoran. Irma sedikit merasa kecewa karena warna favoritnya, hijau atau merah muda tidak tersedia.

Awalnya ia sedikit kebingungan, tapi karena besok sudah mulai masuk sekolah dia tidak punya pilihan lain. Ia pun segera menanyakan soal harga kepada penjual. Kata penjual, harga tas tersebut adalah Rp250.000. Lantas Irma bertanya apakah ada diskon atau tidak, ternyata ada. Semua tas mendapatkan diskon 10% hari ini.

Jadi harganya adalah Rp225.000. Irma mengajukan tawaran supaya tasnya menjadi Rp200.000. Namun, penjual tidak mau. Penjual pun mengajukan harga pasnya menjadi Rp215.000. Dan Irma pun segera menyetujuinya.

Irma pulang dengan perasaan yang bahagia dan bersyukur walaupun ia tidak bisa mendapatkan tas dengan warna favoritnya.

Contoh Teks Negosiasi Pemecahan Konflik

Contoh Teks Negosiasi Pemecahan Konflik
Renovasi rumah

Konflik sering kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memecahkan konflik dan mendapatkan solusi bersama, maka dilakukanlah negosiasi. Berikut salah satu contoh teks negosiasi pemecahan konflik antara Bapak Dio yang sedang merenovasi rumahnya dengan tetangganya, Bapak Gilang.

Bapak Gilang: “Selamat siang, pak Dio. Saya bermaksud ke sini karena merasa terganggung dengan kegiatan renovasi rumah Bapak yang terlalu berisik.”

Bapak Dio: “Oh iya, siang pak Gilang. Kalau boleh tahu, ada masalah apa ya dengan renovasi rumah saya?”

Bapak Gilang: “Suara tukang yang sedang bekerja seperti menggergaji dan lain-lain terlalu bising sehingga saya sulit untuk tidur siang. Selain itu, kebetulan juga saya kan lagi punya anak bayi sekarang, dia juga jadi susah tidur siang.”

Bapak Dio: “Oh begitu yah rupayanya. Kalau begitu, saya akan menyuruh mereka untuk beristirahat sejenak dulu. Tapi saya juga menyarankan Bapak Gilang dan bayi Bapak untuk tidur di ruang belakang saja supaya suara renovasinya tidak terlalu mengganggu, bagaimana pak?”

Bapak Gilang: “Wahh ide bagus tuh, pak. Baik pak terima kasih sudah sangat mengerti dan paham dengan kondisi saya, ya.”

Bapak Dio: “Ahh tidak apa-apa, pak. Kita kan sebagai tetangga memang harus selalu rukun dan mengerti satu sama lain.”

Bapak Gilang: “Baik, kalau begitu saya pamit dulu ya, pak. Nanti saya tutup pintu sama semua jendela juga biar suaranya nggak masuk rumah.”

Bapak Dio: “Mari, pak.”

Contoh Teks Negosiasi 4 Orang

Contoh Teks Negosiasi 4 Orang
Negosiasi 4 orang

Tidak jarang juga negosiasi melibatkan banyak orang, tidak hanya 2 pihak saja. Berikut contoh teks negosiasi 4 orang yang membahas tentang rencana liburan tahunan.

Saitama: “Gimana, guys? Tahun ini kita mau kemana liburannya, nich?”

Valent: “Ke pantai lagi?”

Daffa: “Itu pantai yang bagus-bagus di mana lagi ya?”

Anas: “Pantai lagi, nich? Gw sih lagi mau ke alam-alam kayak gunung gitu, deh”

Saitama: “Sama sih, udah lama juga nih nggak naik gunung. Badan perlu dipanasin lagi”

Valent: “Ah bikin cape juga yang gitu-gitu mah, biayanya juga mahal, kan?”

Daffa: “Ah lu mah, gitu wae, lent. Coba aja dulu. Lagian lu belom pernah naik gunung kan?”

Anas: “Ah sloww aja lent, nggak secape dan semahal itu kok.”

Saitama: “Kalau gitu, kita coba di naik gunung yang rendah-rendah aja dulu, gunung Lembu yang di Purwakarta cocok kayaknya tuh.”

Valent: “Biayanya berapa?”

Saitama: “Ah murahh, nggak keluar sampe 500 ribu kok. Kalau mau, malemnya kita sekalian ngecampi biar nggak terlalu cape naik-turun langsung.”

Anas: “Nah cocok tuh. Udah lama juga kan kita nggak menghabiskan malam bersama lagi?”

Daffa: “Apa sih lu nas, lebay dah.”

Anas: “Ehh hahaha.”

Saitama: “Jadi gimana lent? Setuju ga lu?”

Valent: “Hmm.. oke deh kalau gitu, setuju.”

Daffa: “Nahh gitu dong. Ya udah besok-besok kita kumpul lagi buat bahas jadwal, perlengkapan dan estimasi biayanya ya.”

Anas, Saitama, Valent: “Siyappp.”

Contoh Teks Negosiasi 3 Orang

Contoh Teks Negosiasi 3 Orang
Negosiasi 3 orang

Teks negosiasi 3 orang berarti melibatkan 3 orang untuk melakukan negosiasi demi mencapai kesepakatan bersama. Berikut contoh teks negosiasi 3 orang remaja untuk menentukan tempat main.

Anas: “Jadi, hari ini kita mau kemana nih?”

Fashya: “Ke rumah Gilang?”

Upink: “Wah hari ini mah dia kerja, belom pulang pasti.”

Anas: “Kemana lagi ya.. ke tempat biasa? Tapi bosen, lagi gak mau di situ dulu, deh.”

Fashya: “Kemana lagi dong? Pink, ada saran lagi gak?”

Upink: “Gimana kalo ke STOD?”

Anas: “Tempatnya gimana? Enak gak?”

Fashya: “Ada makanan-makanan ringannya juga nggak?”

Upink: “Kecil sih.. Kalo makanan gw gak tau. Jangan deh, cari opsi lain lagi.”

Anas: “Mcd?”

Fashya: “Bosenn jugaa..”

Upink: “Ohh Food Fest gimana?”

Fashya: “Emang udah buka?”

Anas: “Kalo ngeliat dari tempat-tempat lain, harusnya sih udah buka ya. Tapi apa nggak kejauhan?”

Upink: “Halahh gass aja lahh wkwk.”

Anas: “Lu gimana fashy?”

Fashya: “Yaa haiiyuuu..”

Anas: “Meluncuurr..”

Contoh Teks Negosiasi Pendek

Contoh Teks Negosiasi Pendek
Teks pendek

Negosiasi tidak selalu dilakukan dalam jangka waktu yang lama, ada juga negosiasi yang pendek. Berikut contoh teks negosiasi pendek di lingkungan sekolah.

Vinseng: “Din, pinjem penggaris dong.”

Udin: “Lah sekarang kan lagi pelajaran Matematika.”

Vinseng: “Ya makanya gw pinjem dulu ya. Yang punya gw ketinggalan, lupa nggak kebawa, din.”

Udin: “Kalau lu pinjem, nanti gw pake penggaris siapa dong?”

Vinseng: “Ganti-gantian aja. Nanti pas pelajaran Seni, gw pinjemin pensil warna punya gw. Gimana?”

Udin: “Nah boleh tuh, ya udah nih sok pake dulu.”

Vinseng: “Oke, makasih ya din.”

Udin: “Yo, sama-sama.”

Contoh Teks Negosiasi Panjang

Contoh Teks Negosiasi Panjang
Teks panjang

Pada beberapa kasus, negosiasi juga dapat berlangsung lebih lama dari biasanya. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti kedua belah pihak yang memang baru kenal, atau perbedaan pendapat yang terlalu banyak.

Berikut ini diberikan satu contoh teks negosiasi panjang penjual dan pembeli mobil.

Pembeli: “Salam kenal, mas. Saya yang tadi chat mas di aplikasi OXL.”
Penjual: “Oh iya salam kenal juga, mas. Jadi gimana? Tertarik dengan mobil 4 pintu saya ini?”

Pembeli: “Betul mas, saya tertarik. Tapi saya mau tanya-tanya dulu boleh ya.”

Penjual: “Oh iya tentu saja boleh dong.”

Pembeli: “Ini keluaran tahun berapa ya mas mobilnya?”

Penjual: “Tahun 2015, mas.”

Pembeli: “Oh sudah 5 tahun, lama juga ya mas.”

Penjual: “Iya mas lumayan. Saya sudah bosan juga sama mobil ini, apalagi keluarga minta ganti baru juga jadi mau gimana lagi dah haha.”

Pembeli: “Kalau pajak gimana mas?”

Penjual: “Pajak masih jalan, saya bayar tepat waktu terus.”

Pembeli: “Boleh saya buka-buka interiornya mas?

Penjual: “Silahkan mas, boleh dicek sepuasnya dulu.”

Pembeli: “Ini joknya emang warnanya kusam begini apa karena jarang dicuci mas?”

Penjual: “Oh itu karena sudah jarang dicuci mas, jadi agak kurang terawat gitu interiornya.”

Pembeli: “Tapi fungsi-fungsi kayak jendelanya semua masih bener mas? Udah pernah ganti belum?”

Penjual: “Alhamdulillah masih berfungsi dengan baik mas. Dulu saya sempet ganti kunci pintunya aja karena bawaannya udah sedikit loncer, jadi demi keamanan saya ganti aja.”

Pembeli: “Oh iya iya.. Saya periksa bagian luarnya dulu ya mas.”

Penjual: “Iya mas silahkan.”

Pembeli: “Ini ada lecet sedikit kenapa mas?”

Penjual: “Yang bagian bumper belakang ya? Itu karena dulu saya parkir kelewatan jadi kena pembatas jalan gitu mas. Tapi nggak keliatan banget lah ya, nggak terlalu mencolok.”

Pembeli: “Iya, tapi ini bisa bikin harganya kurang kan ya? Haha.”

Penjual: “Ahaha bisa bisa.”

Pembeli: “Jadi harganya gimana mas?”

Penjual: “Ya sesuai dengan yang tertera di aplikasi saja mas, Rp150 juta.”

Pembeli: “Harga barunya berapa emang mas? Bukannya cuma Rp200 jutaan ya?”

Penjual: “Iya tapi ini kan semuanya masih bagus mas, STNK, BPKB surat-surat semuanya lengkap.”

Pembeli: “Ga bisa kurang lagi nih mas? Kalau Rp100 juta aja gimana? Itu udah ada yang lecet dikit juga kan sama joknya sedikit kusam ya.”

Penjual: “Waduh kalau Rp100 juta sih kejauhan mas, ga cukup saya buat DP mobil barunya lagi haha. Itu kalau dicuci dan dirawat lagi bisa seperti baru kok mas. Tinggal poles dikit aja.”

Pembeli: “Kalau gitu, pasnya berapa mas?”

Penjual: “Rp130 juta aja mas. Nggak langsung juga bisa, dicicil 3 sampai 5 kali lah.”

Pembeli: “Kebetulan ini saya di rekening baru ada Rp100 juta mas. Rp30 jutanya bulan depan boleh mas?”

Penjual: “Oke gapapa mas. Ini nomor rekening saya. Kalau mau lanjut pembayaran bisa hubungi saya di nomor yang ada di aplikasi juga ya mas.”

Pembeli; “Baik mas, senang berbisnis dengan Anda.”

Penjual: “Baik terima kasih ya, mas.”

Pembeli: “Sama-sama, mas.”

Contoh Teks Negosiasi Antara Pengusaha dan Pihak Bank

Contoh Teks Negosiasi Antara Pengusaha dan Pihak Bank
Negosiasi antara pengusaha dan pihak bank

Untuk mengumpulkan modal usaha, biasanya para pengusaha akan mengajukan kredit atau pinjaman ke pihak bank. Berikut contoh teks negosiasi antara pengusaha dan pihak bank.

Satpam: “Selamat pagi, pak. Ada yang bisa saya bantu?”
Pengusaha: “Pagi, pak. Saya ingin mengajukan pinjaman untuk modal usaha. Bisakah saya bertemu dengan manajer bagian kreditnya?”

Satpam: “Untuk pengajuan kredit, bisa langsung dilakukan di counter teller sebelah sini, pak. Mari.”

Pengusaha: “Oh iya pak, baik.”

Pihak bank: “Ada yang bisa saya bantu pak?”

Pengusaha: “Begini pak, saya ingin meminjam modal kepada pihak bank untuk mengembangkan usaha baru saya yang dirintis 3 bulan yang lalu.”

Pihak bank: “Usaha Bapak di bidang apa ya?”

Pengusaha: “Usaha saya di bidang jasa pembuatan situs web, pak. Dengan mengikuti perkembangan zaman, saya rasa prospek bisnis usaha saya di masa depan akan sangat cerah sekali. Semakin ke sini semakin banyak saja UKM maupun instansi atau lembaga yang membutuhkan jasa pembuatan web perusahaannya. Jadi saya sangat optimis untuk meminjam dana sebagai bekal pengembangan usaha saya tersebut.”

Pihak bank: “Apa Bapak mempunyai jaminan kalau sewaktu-waktu Bapak tidak bisa melunasi pinjaman?”

Pengusaha: “Saat ini, saya tidak punya jaminana apa-apa, pak. Saya baru ada 1 buah sepeda motor keluaran tahun kemarin.”

Pihak bank: “Tidak masalah pak, itu juga bisa dijadikan jaminan. Karena, tanpa jaminan ada batasan nominal yang bisa kami pinjamkan. Jadi, apa tidak masalah kalau motor Bapak dijadikan jaminan dan akan kami tahan BPKB nya sampai Bapak dapat melunasi pinjaman?”

Pengusaha: “Tapi apa saya bisa mendapatkan pinjaman sebesar Rp500 juta pak?”

Pihak bank: “Sebentar saya cek dulu ya ke pihak manajemen.”

Pihak bank: “Dengan berat hati, kami hanya bisa memberikan pinjaman sebesar Rp200 juta pak. Karena kondisi pandemi sekarang, persediaan dana pinjaman kami juga ikut terbatas, pak.”

Pengusaha: “Bisa dinaikkan lagi pak?”

Pihak bank: “Paling banyak Rp225 juta, pak dengan bunga 2%.”

Pengusaha: “Apa tidak bisa menjadi Rp250 juta pak? Tidak apa-apa kalau bunganya juga ikut naik.”

Pihak bank: “Baik, kalau begitu pihak bank bersedia memberikan pinjaman sebesar Rp250 juta dengan bunga 3% ya pak? Sepakat?”

Pengusaha: “Sepakat, pak.”

Pihak bank: “Silahkan isi formulir berikut ini dengan data yang benar ya, pak. Tanda tangan juga di kolom paling bawah.”

Pengusaha: “Baik, pak. Saya isi dulu.”

Pengusaha: “Ini pak formulirnya. Sudah saya isi semua.”

Pihak bank: “Nanti uangnya akan secepatnya kami cairkan ke rekening nasabah Bapak yang ada di bank kami ya.”

Pengusaha: “Baik, pak. Terima kasih banyak, kalau begitu saya pamit dulu.”

Pihak bank: “Sama-sama, pak.”

Contoh Percakapan Teks Negosiasi

Supaya kamu lebih paham lagi dengan materi teks negosiasi, sebaiknya kamu melihat secara langsung percakapan teks negosiasi. Berikut Pendidikanpedia sajikan buah video contoh percakapan teks negosiasi.

Video contoh percakapan teks negosiasi

Demikian kumpulan contoh teks negosiasi beserta strukturnya, mulai dari negosiasi jual beli di pasar, singkat, di sekolah hingga antara pengusaha dan pihak bank.

Kami harap 25 contoh di atas sudah lebih dari cukup. Jangan lupa berikan komentarmu dan bagikan artikel ini di media sosial, ya!

Tinggalkan komentar