Teks Eksposisi

Seorang pendiam dengan pikiran yang lantang. Lebih suka ngopi daripada ngeteh. Finalis 100 besar Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2017. Follow ig @manass12_

Kamu pasti pernah membaca informasi berupa teks di media, kan? Bisa jadi informasi yang kamu peroleh tersebut merupakan sebuah teks eksposisi. Pada artikel ini kita akan belajar tentang materi dan struktur teks eksposisi.

Kamu yang gemar membaca surat kabar, majalah, artikel atau postingan baik di media cetak, elektronik maupun media sosial, pasti pernah membaca sebuah teks eksposisi.

Walaupun kamu tidak sadar bahwa yang kamu baca itu merupakan contoh teks eksposisi.

Karena biasanya hasil pemikiran seseorang yang diposting di media sosial juga termasuk ke dalam jenis teks eksposisi.

Teks eksposisi tergolong jenis teks yang mudah dipelajari. Dan contoh-contohnya juga sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Teks Eksposisi

Pengertian teks eksposisi
Buku dan bunga mawar

Teks eksposisi adalah sebuah karangan yang memuat suatu informasi atau pengetahuan berupa fakta dan gagasan pendapat. Disajikan secara ringkas, jelas, padat dan akurat.

Sementara menurut situs KBBI, berikut pengertian eksposisi.

eks.po.si.si /Γ¨ksposisi/ adalah uraian (paparan) yang bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan (misalnya suatu karangan).

KBBI daring

Sedangkan menurut situs Wikipedia, eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam dunia penulisan.

Isinya ditulis dengan tujuan untuk memberikan pengertian atau penjelasan dengan gaya penulisan yang akurat, singkat dan padat. Contoh-contoh tulisan eksposisi ini dapat ditemukan di koran atau surat kabar.

Melalui sebuah teks eksposisi, penulis berusaha menyampaikan gagasan dan pemikirannya mengenai suatu hal kepada pembaca.

Paragraf eksposisi bersifat ilmiah karena mengandung fakta. Sehingga paragraf eksposisi termasuk ke dalam jenis teks non-fiksi.

Beragam karangan dan paragraf eksposisi juga sering digunakan dalam hal komunikasi sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan.

Contohnya adalah ketika ada diskusi dalam sebuah forum, kemudian seseorang menyampaikan gagasan pikirannya disertai data pendukung.

Untuk mendukung pikiran dan gagasan dalam teks eksposisi, sebaiknya dilengkapi dengan data pendukung seperti gambar, infografik atau statistik.

Tujuan Teks Eksposisi

Tujuan teks eksposisi
Dua buku bertumpuk

Teks eksposisi bertujuan untuk memberikan dan menjelaskan suatu informasi kepada pembaca. Sehingga pembaca mendapatkan wawasan dan ilmu pengetahuan baru secara rinci mengenai suatu hal dan tidak ada perbedaan.

Dalam sebuah jurnal penelitian menulis kemampuan eksposisi juga dijelaskan bahwa karangan atau paparan eksposisi adalah jenis karangan yang berusaha menerangkan pokok pikiran kepada pembaca. Agar pembaca mendapatkan pengetahuan baru.

Struktur Teks Eksposisi

Struktur teks eksposisi
Baca-baca buku sambil ngopi

Selain harus memiliki judul, sebuah teks eksposisi juga memiliki struktur. Teks eksposisi mempunyai 3 buah struktur. Berikut struktur teks eksposisi dan penjelasannya.

1. Tesis atau Pernyataan Pendapat

Tesis ini merupakan bagian pembuka teks eksposisi. Bagian ini berisi pengenalan isu atau hal yang akan dibahas.

Penulis menyampaikan pandangannya secara umum mengenai tema yang dibahas. Karena isinya tersebut, tesis juga dapat disebut sebagai pernyataan pendapat.

2. Argumentasi

Argumentasi merupakan bagian utama dari sebuah teks eksposisi. Bagian ini berisi rangkaian argumen penulis yang berguna untuk menjelaskan dan mendukung pendapat penulis pada bagian tesis sebelumnya.

Rangkaian argumen penulis ini harus disertai dengan data, fakta atau bukti pendukung yang valid. Kemudian penulis juga mengungkapkan alasan-alasan pendapatnya terhadap hal yang dibahas.

Penjabaran mengenai pendapat penulis melalui bagian argumentasi ini akan berkembang menjadi beberapa paragraf.

Panjang pendeknya bagian ini dan jumlah paragrafnya tergantung pada berapa banyak argumen yang disampaikan penulis.

3. Penegasan Ulang

Dan bagian penegasan ulang merupakan penutup teks eksposisi yang letaknya ada di paragraf terakhir. Bagian ini berisi perumusan atau penegasan kembali pendapat penulis secara ringkas.

Penegasan pendapatnya tetap berdasarkan argumentasi. Bagian ini bisa juga disebut sebagai simpulan dari keseluruhan isi teks.

Fungsi Teks Eksposisi

Fungsi teks eksposisi
Lembaran buku terbuka

Fungsi teks eksposisi adalah mengungkapkan, menyampaikan, menerangkan dan menguraikan suatu gagasan dari hasil pemikiran pokok penulis mengenai suatu hal.

Hal yang dibahas bersifat ilmiah dan non-fiksi sehingga harus disertai dengan dasar argumen yang kuat.

Manfaat Teks Eksposisi

Manfaat teks eksposisi
Beberapa buku terbuka

Manfaat teks eksposisi adalah menjelaskan isi pengembangan paragraf suatu karangan yang bersifat non-fiksi.

Jika tidak dibangun dengan strukturnya yang baik dan benar, teks eksposisi tidak akan memiliki manfaat ini. Sehingga pembaca bisa jadi kurang mengerti mengenai topik pembahasannya.

Unsur-Unsur Teks Eksposisi

Unsur-unsur teks eksposisi
Buku terbuka di atas rumput

Sebenarnya tidak semua teks Bahasa Indonesia memiliki unsur selain unsur kebahasaan. Namun, teks eksposisi memilikinya di luar kaidah kebahasaannya sendiri.

Berikut 2 unsur teks eksposisi yang selalu terkandung di dalamnya.

1. Gagasan, Ide atau Pendapat

Unsur teks eksposisi yang pertama adalah gagasan. Gagasan dapat berupa pernyataan pendapat, penilaian atau komentar penulis dari hasil pemikirannya sendiri.

Letaknya berada pada struktur pernyataan pendapat atau di bagian atas tulisan.

2. Fakta

Fakta adalah sesuatu yang ada dan benar-benar terjadi atau sebuah kenyataan. Dalam teks eksposisi, keberadaan fakta bersifat wajib atau harus ada.

Argumen penulis harus didukung dengan fakta untuk memperkuatnya. Dengan begitu, pendapatnya diharapkan bisa lebih meyakinkan pembaca.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Ciri-ciri teks eksposisi
Buku dan kacamata

Untuk membedakan teks eksposisi dengan jenis teks Bahasa Indonesia lainnya, kamu perlu mengetahui ciri-cirinya.

Menurut buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan (2018) karya Taufiqur Rahman, ciri-ciri teks eksposisi secara umum adalah menjelaskan informasi tentang pengetahuan, bersifat persuasif atau mengajak dan tidak memihak.

Untuk lebih jelasnya, berikut semua ciri-ciri teks eksposisi.

  • Teks ditulis dengan ringkas, jelas, padat dan akurat.
  • Bersifat mengajak atau membujuk pembaca terhadap pendapat dan argumen penulis. Biasa disebut dengan istilah persuasif.
  • Informasi dalam teks disampaikan secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku.
  • Menjelaskan dan menyampaikan informasi berupa pengetahuan.
  • Pembaca mendapatkan pengetahuan baru setelah membacanya.
  • Walaupun bersifat persuasif, namun teks juga bersifat tidak memihak. Artinya penulis tidak memaksakan pendapatnya kepada para pembaca.
  • Teks juga bersifat netral dan objektif.
  • Disertai dengan data-data valid dan akurat.
  • Berdasarkan pada fakta yang ada. Fakta berperan sebagai alat kontribusi dan konkritasi.
  • Mampu menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa dan bagaimana.

Jenis-Jenis Teks Eksposisi

Jenis-jenis teks eksposisi
Buku yang terbuka

Sebagai teks yang berguna untuk berbagai kepentingan, teks eksposisi mempunyai banyak sekali manfaat. Baik bagi pembaca maupun penulisnya.

Dengan membaca teks eksposisi, pembaca bisa menambah wawasan dan pengetahuan baru. Berdasarkan jenis informasi yang disampaikan dan cara penyampaiannya, teks eksposisi dibagi menjadi beberapa jenis.

Berikut jenis-jenis teks eksposisi dan penjelasannya.

1. Teks Eksposisi Definisi

Teks eksposisi definisi adalah jenis teks eksposisi yang mendefenisikan dan menjelaskan suatu hal. Isinya menjelaskan tentang satu topik yang dibatasi.

Tujuannya adalah agar informasi yang disampaikan itu berbeda dengan jenis teks yang lain.

2. Teks Eksposisi Perbandingan

Teks eksposisi perbandingan adalah jenis karangan eksposisi yang menjelaskan sesuatu dengan cara membandingkannya dengan sesuatu yang lain.

Melalui cara perbandingan ini, diharapkan pembaca dapat memahaminya lebih mudah. Sehingga maksud penulis bisa tersampaikan dengan baik.

Jenis teks eksposisi perbandingan ini tidak dapat disamakan dengan jenis teks analog.

3. Teks Eksposisi Pertentangan

Teks eksposisi pertentangan merupakan paragraf eksposisi yang berisi pertentangan antara suatu objek dengan objek lainnya yang sejenis. Jadi, objek yang dibahas harus dalam jenis yang sama.

Dan biasanya frasa penghubung sering digunakan dalam jenis teks eksposisi ini. Misalnya seperti akan tetapi, meskipun begitu, sebaliknya dan lain-lain.

4. Teks Eksposisi Proses

Teks eksposisi proses berisi paparan langkah-langkah atau tahapan dalam proses tertentu.

Tujuan teks eksposisi proses adalah agar proses yang dipaparkan tersebut menjadi lebih mudah dipahami dan dilakukan pembaca.

Sebuah contoh teks eksposisi proses juga kerap kali menjelaskan tentang bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu.

5. Teks Eksposisi Ilustrasi

Teks eksposisi ilustrasi menggunakan gambaran sederhana untuk menjelaskan suatu ide.

Bagian-bagian yang disusun secara detail diilustrasikan dengan sesuatu yang sifatnya masih saling berhubungan. Menggunakan banyak frasa penghubung untuk mendukung penggambaran.

6. Teks Eksposisi Laporan

Jenis teks eksposisi ini bertujuan untuk melaporkan sesuatu, entah suatu berita ataupun penelitian tertentu.

Suatu hal di dalam teks eksposisi laporan ditulis secara detail dan komprehensif.

7. Teks Eksposisi Berita

Sama seperti namanya, teks eksposisi berita menyampaikan informasi mengenai sebuah kejadian atau peristiwa.

Contoh teks eksposisi berita ini dapat dijumpai pada koran atau surat kabar.

8. Teks Eksposisi Klasifikasi

Teks eksposisi klasifikasi adalah jenis teks eksposisi yang isinya menjelaskan tentang sesuatu beserta kelompok-kelompoknya. Jadi, hal yang dijelaskan diklasifikasikan dalam beberapa kelompok.

Tujuan pengelompokan ini adalah untuk menjelaskan tiap-tiap kelompok sehingga menjadi lebih jelas dan lebih mudah dimengerti pembaca.

9. Teks Eksposisi Analisis

Dan jenis karangan eksposisi yang terakhir adalah eksposisi analisis. Teks eksposisi analisis memuat proses memisahkan suatu masalah dari gagasan utamanya.

Kemudian masalah tersebut diolah menjadi beberapa sub-sub bagian kecil. Dan dilakukan pengembangan secara berurutan terhadap bagian-bagian tersebut.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Kaidah kebahasaan teks eksposisi
Halaman buku terbuka

Teks eksposisi memiliki banyak ciri kebahasaan. Semua unsur kebahasaan tersebut harus selalu terkandung dalam sebuah teks eksposisi.

Berikut kaidah kebahasaan teks eksposisi dan penjelasannya.

1. Penggunaan Konjungsi

Konjungsi atau kata hubung digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumen penulis. Contoh konjungsi yang biasa dipakai adalah kemudian, pada kenyataannya, dan lebih lanjut.

Argumentasi penulis secara ideal tidak disajikan secara acak. Melainkan menggunakan konjungsi-konjungsi untuk menata dan mengurutkannya dari yang paling kuat ke yang paling lemah atau sebaliknya.

2. Penggunaan Pronomina

Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang digunakan untuk menggantikan nomina (kata benda), frasa nomina atau orang.

Contoh pronomina yang sering digunakan adalah saya, kami, kita, ia, itu, mereka, apa, mana dan siapa.

Penggunaan pronomina dalam sebuah teks eksposisi dapat terletak pada bagian pernyataan pendapat (tesis) atau penegasan ulang.

3. Penggunaan Nomina

Nomina atau kata benda adalah kelas kata yang mengacu pada benda, baik nyata ataupun abstrak. Dalam hal karangan eksposisi, nomina terkadang berperan sebagai subjek.

Mengingat paragraf eksposisi memuat suatu informasi dan pengetahuan, penggunaan nomina sudah bisa dipastikan ada di dalamnya.

4. Penggunaan Verba

Verba atau kata kerja adalah kata yang mengandung makna proses, keadaan atau perbuatan yang bukan sifat. Dalam sebuah kalimat verba digunakan sebagai predikat.

Contoh verba di antaranya menetapkan, mendorong, menggunakan (aktif), dituntut, didorong, dibentuk (pasif).

5. Penggunaan Leksikal

Leksikal adalah kelas kata yang mengacu pada kamus. Jadi, kata leksikal memiliki makna di dalam kamus. Apabila dicari di kamus, maka pasti akan ketemu.

Teks eksposisi mengandung muatan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu kata-kata yang bersifat ilmiah dan termasuk dalam kelas kata leksikal biasanya selalu ada di dalamnya.

6. Penggunaan Adjektiva

Adjektiva atau kata sifat adalah kata yang menerangkan nomina (kata benda). Biasanya penggunaan nomina akan didukung oleh penggunaan adjektiva di belakangnya.

Contoh adjektiva di antaranya adalah potensial, bagus, besar, kecil, berat, panjang.

7. Penggunaan Adverbia

Adverbia atau kata keterangan adalah kelas kata yang memberikan keterangan pada kata lain, tapi yang bukan nomina, misalnya seperti adjektiva atau verba.

Ada berbagai macam jenis kata keterangan, misalnya kata keterangan tempat, waktu, dan lain-lain. Contoh adverbia adalah amat, sangat, tidak.

8. Memuat Data dan Fakta

Argumentasi penulis dalam sebuah teks eksposisi harus dilengkapi dengan data dan fakta yang valid.

Biasanya penulis akan menampilkan data atau statistik yang bersumber dari hasil penelitian tertentu.

9. Menyatakan dan Menjelaskan Pendapat

Pada struktur teks eksposisi yang pertama, sudah jelas bahwa penulis mengemukakan dan menjelaskan pendapatnya.

Selain itu, pada akhir paragraf eksposisi biasanya penulis juga akan kembali menegaskan pendapatnya.

10. Penegasan Pendapat Bersifat Objektif

Dan pada struktur teks eksposisi yang terakhir, penulis kembali menegaskan pendapatnya secara objektif, bukan subjektif.

Biasanya penegasan ulang pendapat ini disertai dengan penggunaan kalimat efektif dan ragam ilmiah.

Pola Pengembangan Teks Eksposisi

Pola pengembangan teks eksposisi
Buku dan cangkir

Ketika membuat teks eksposisi, kamu perlu mengembangkan paragraf-paragraf yang ada agar menjadi karangan eksposisi yang utuh.

Ada beberapa pola pengembangan paragraf eksposisi yang banyak dipakai penulis. Berikut pola-pola pengembangan teks eksposisi tersebut.

  1. Pola pengembangan umum-khusus (deduktif)
  2. Pola pengembangan khusus-umum (induktif)
  3. Pola pengembangan perbandingan
  4. Pola pengembangan ilustrasi

Kamu dapat mempelajari salah satu dari pola pengembangan di atas dan menggunakannya untuk membuat teks eksposisi yang baik dan benar.

Cara Membuat Teks Eksposisi

Cara membuat teks eksposisi
Membaca teks

Teks eksposisi berbeda dengan jenis teks deskripsi atau narasi. Teks eksposisi difungsikan untuk memaparkan suatu pokok pikiran atau pembicaraan secara terperinci.

Bisa diartikan juga sebagai tulisan yang berusaha untuk menguraikan dan menerangkan pokok pikiran penulis yang dianggap perlu saja kepada pembaca.

Sehingga pembaca bisa memperluas pengetahuan dan pandangannya terhadap topik yang dibahas.

Untuk membuat teks eksposisi yang baik dan benar, kamu tidak boleh sembarangan menulisnya. Setidaknya kamu perlu menampilkan data yang valid di dalamnya.

Agar bisa merangkai paragraf menjadi karangan eksposisi yang utuh, silahkan pelajari cara membuat teks eksposisi di bawah ini.

1. Menentukan Tema

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tema. Kamu bisa ambil tema dari hal-hal yang sedang hangat dibicarakan masyarakat untuk menarik lebih banyak pembaca.

Namun, pastikan kamu juga telah mempelajari dan mencari tahu secara rinci terlebih dahulu tema yang kamu ambil.

2. Menentukan Tujuan

Selanjutnya kamu harus menentukan tujuan. Tujuan yang dimaksud dalam hal ini tentu saja di luar dari tujuan teks eksposisi itu sendiri.

Apa yang ingin kamu capai setelah orang selesai membaca teks eksposisi buatan kamu?

Apakah kamu ingin menyampaikan informasi baru? atau kamu ingin membetulkan stigma yang saat ini salah di masyarakat?

Yang pasti kamu harus bisa menentukan tujuan kamu membuat teks eksposisi ini secara tepat dan jelas.

3. Mengumpulkan Data yang Akurat

Data yang valid adalah salah satu syarat teks eksposisi. Oleh karena itu tahapan membuat teks eksposisi selanjutnya adalah mengumpulkan data.

Cari dan kumpulkan data yang valid serta akurat sebanyak-banyaknya. Kamu bisa memanfaatkan sebuah penelitian sebagai sumber data. Karena biasanya data penelitian sudah pasti kredibel dan benar.

Kamu juga dapat menampilkan data dalam bentuk infografis seperti statistik. Yang jelas gunakan data dan fakta yang sesuai dengan tema kamu.

4. Membuat Kerangka Karangan

Buatlah kerangka karangan eksposisi mengikuti struktur teks eksposisi yang sudah ditentukan. Kerangka ini berfungsi sebagai pola yang perlu kamu ikuti agar pembahasannya tidak melebar terlalu luas.

Semakin kreatif kerangka yang kamu buat, maka akan semakin bagus juga hasil teks eksposisinya nanti.

5. Mengembangkan Karangan Menjadi Teks Eksposisi

Dan tahap terakhir adalah pengembangan paragraf kerangka. Gunakan pola-pola pengembangan teks eksposisi yang sudah disebutkan di atas.

Gunanya untuk mengembangkan paragraf pada kerangka yang sudah kamu buat. Hasil pengembangan paragraf tersebut akan membuat karangan kamu menjadi satu teks eksposisi yang utuh.

Itu dia tahapan singkat cara membuat teks eksposisi. Kamu bisa menggunakan cara di atas untuk menyelesaikan tugas membuat teks eksposisi atau menjadikannya sebagai acuan.

Contoh Teks Eksposisi Beserta Strukturnya

Agar kamu semakin mengetahui dan memahami teks eksposisi, sebaiknya coba baca kumpulan contoh teks eksposisi. Mau tahu contoh teks eksposisi singkat dan tentang pendidikan? Klik tombol di bawah ini!

Contoh Teks Eksposisi Tentang Virus Corona

Melihat contoh teks eksposisi akan sangat membantu kamu dalam memahami materinya. Pandemi virus Corona merupakan salah satu hal yang sedang hangat dibicarakan saat ini.

Selain membawa dampak negatif, ternyata virus Corona juga bisa kamu manfaatkan untuk membuat teks eksposisi.

Seperti contoh teks eksposisi tentang virus corona buatan Pendidikanpedia di bawah ini.

Mencegah Penyebaran Virus Corona

Contoh Teks Eksposisi Tentang Virus Corona
Pengumuman virus Corona

Pernyataan Pendapat (Tesis)

Virus Corona atau COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) adalah sebuah penyakit berupa virus yang sedang mewabah di dunia saat ini.

Dengan korban terinfeksi mencapai angka 2 juta hingga saat ini, virus ini telah dinyatakan sebagai pandemi global.

Argumentasi

Pemberian status pandemi tersebut bukan tanpa alasan. Penyebaran virus Corona sangat cepat.

Tidak hanya menginfeksi warga di negara pertama kalinya ditemukan, virus Corona ini juga menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat.

Sudah puluhan negara mencatatkan dan mengemukakan banyaknya korban di tempat mereka.

Tak sedikit juga dari mereka yang telah kehilangan nyawa. Hal tersebutlah yang menjadikan penyakit ini sangat ditakuti.

Banyak hal dan faktor yang bisa mempercepat begitu juga memperlambat penyebaran virus Corona, salah satunya adalah gaya hidup.

Gaya hidup masyarakat sangat berperan besar. Gaya hidup yang kurang bersih dan sehat dapat mendukung penyebaran pandemi ini.

Penegasan Ulang

Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga kebersihan sekitar, perbanyak cuci tangan dan kurang interaksi sosial. Dengan semua pihak saling bekerja sama, semoga pandemi ini cepat berakhir.

Video Pembelajaran Teks Eksposisi

Apabila masih belum mengerti materi teks eksposisi, silahkan pelajari lagi melalui video pengertian teks eksposisi di bawah ini.

Video tentang teks eksposisi

Demikian pembahasan materi teks eksposisi pada artikel kali ini. Sekarang kamu sudah tahu pengertian teks eksposisi, struktur dan unsur kebahasaannya.

Dalam membuat sebuah teks eksposisi, pastikan kamu mencantumkan sumber yang akurat, karena keakuratan data bisa dibilang sangat fatal.

Kalau mau buat teks eksposisi, apa hal yang mau kamu bahas? Coba kasih tau di komentar ya. Share artikel ini juga yuk biar temen-temen yang lain tahu apa itu teks eksposisi.

2 pemikiran pada “Teks Eksposisi”

Tinggalkan komentar