Prinsip Ekonomi

Seorang pendiam dengan pikiran yang lantang. Suka ngopi dan baca buku. Finalis 100 besar Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2017.

Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang tidak akan habis dibahas dan selalu bisa menyesuaikan dengan perkembangan peradaban umat manusia. Dalam kegiatan dan tindakan ekonomi, perilaku para pelaku ekonomi berpegang teguh pada prinsip ekonomi.

Apakah kamu tahu apa itu prinsip ekonomi? Di artikel Pendidikanpedia ini kamu akan mempelajari materinya mulai dari pengertian, 10 prinsip ekonomi dan contohnya, tujuan, manfaat, hingga ciri-cirinya.

Yang jelas, kamu nggak perlu jadi mahasiswa ekonomi dulu buat belajar materi ekonomi ini. Karena, dengan mempelajari prinsip ini kamu akan mempunyai pemahaman yang lebih baik akan dunia finansial dan bisa mengelola keuangan kamu lebih baik lagi ke depannya. Yuk kita mulai belajarnya 🙂

10 Prinsip Ekonomi dan Contohnya Menurut G. Mankiw

10 Prinsip Ekonomi dan Contohnya
Contoh grafik-grafik ekonomi

Seorang pakar ekonomi, N. Gregory Mankiw menjelaskan bahwa prinsip ekonomi ada 10 macam. 10 macam prinsip ilmu ekonomi ini sangat berpengaruh terhadap kebijakan, terpenuhinya kebutuhan. serta peran pasar yang berpengaruh dalam roda perekonomian.

Berikut penjelasan masing-masing prinsip ekonomi dan contohnya:

  1. Setiap Individu Menghadapi Trade-Off
  2. Tanggapan Masyarakat Terhadap Insentif
  3. Intervensi Pemerintah
  4. Berpikir Secara Rasional
  5. Trade-Off Jangka Pendek Antara Inflasi dan Lapangan Kerja
  6. Standar Hidup Negara Tergantung Pada Kemampuan Individu Menghasilkan Barang
  7. Pasar Adalah Tempat Terbaik untuk Melakukan Kegiatan Ekonomi
  8. Perdagangan yang Menguntungkan
  9. Pengorbanan Biaya untuk Mendapatkan Sesuatu
  10. Semakin Banyak Uang Beredar, Semakin Tinggi Harga Barang (Inflasi)

1. Setiap Individu Menghadapi Trade-Off

Prinsip yang pertama dan yang paling mendasar adalah setiap individu mau tidak mau akan dihadapkan atau disuguhkan dengan berbagai macam pilihan. Yang apabila kita sudah menentukan suatu pilihan, maka otomatis kita akan mengorbankan pilihan yang lainnya.

Contohnya dalam skala besar, di masa pandemi ini pemerintah dituntut untuk lebih memilih langkah mengutamakan kesehatan banyak orang (rakyat), atau mendahulukan penyelamatan ekonomi.

Jika suatu keputusan telah ditetapkan maka keputusan tersebut mengandung konsekuensi akan keputusan dan pengorbanan lainnya.

2. Tanggapan Masyarakat Terhadap Insentif

Secara umum, masyarakat akan memberikan respon lebih baik apabila terdapat ekstra pembayaran atau insentif untuk suatu tindakan. Prinsip ekonomi ini sangatlah lumrah, karena pada dasarnya manusia akan selalu membutuhkan imbalan.

Sebuah contoh dalam suatu perusahaan, pekerja akan meningkatkan kinerjanya apabila diberi pembayaran ekstra, sedangkan jika tidak ada insentif maka pekerja tersebut hanya akan memberi usaha alakadarnya. 

3. Intervensi Pemerintah

Tak dapat dipungkiri, adanya intervensi dan campur tangan pemerintah dengan cara membuat kebijakan tertentu akan sangat berpengaruh pada setiap jalannya perekonomian yang menghasilkan keuntungan antara dua pihak (pembeli dan penjual).

4. Berpikir Secara Rasional

Dengan menerapkan prinsip untung dan rugi seseorang akan lebih berpikir secara rasional apabila akan mengambil suatu keputusan tertentu. Seseorang akan lebih mengutamakan cara yang tepat agar keuntungan yang didapat bisa maksimal. 

5. Trade-Off Jangka Pendek Antara Inflasi dan Lapangan Kerja

Meskipun hanya dalam kurun waktu atau jangka pendek (bersifat sementara) namun ternyata trade-off bisa terjadi juga secara menahun. Hal ini akan berdampak pula pada inflasi dan ketersediaan lapangan pekerjaan.

Pada beberapa kasus tertentu tingginya inflasi akan mengurangi angka pengangguran. Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku di negara Indonesia. Pada saat krisis moneter dan inflasi tinggi, maka pengangguran pun semakin bertambah.

6. Standar Hidup Negara Tergantung Pada Kemampuan Individu Menghasilkan Barang

Prinsip selanjutnya adalah mengenai standar hidup yang berbanding lurus dengan produktivitas suatu negara. Apabila kemampuan individu di suatu negara dalam menghasilkan barang dan jasa tinggi, maka akan semakin besar pula perhitungan rata-rata pendapatan perkapita yang diperoleh suatu negara.

7. Pasar Adalah Tempat Terbaik untuk Melakukan Kegiatan Ekonomi

Dalam melakukan kegiatan ekonomi kita perlu suatu tempat atau wadah yang secara harfiah memungkinkan terjadinya transaksi ekonomi. Dalam hal ini pasar merupakan tempat bertemunya penjual (produsen) dan pembeli (konsumen).

Pada pertemuan ini, akan berlangsung tindakan ekonomi seperti tawar-menawar yang akan berpengaruh pada kesepakatan harga yang diputuskan oleh penjual dan pembeli.

8. Perdagangan yang Menguntungkan

Pada prinsip ini, orang atau organisasi akan memanfaatkan situasi dan kondisi agar bisa menghasilkan keuntungan dari usaha perdagangan yang telah dilakukan. Hal ini juga berlaku pada kasus perdagangan antar negara.

Negara yang bisa memproduksi banyak barang tertentu akan menjual produknya ke negara lain yang kondisinya berbanding terbalik dengan negara tersebut. Sehingga hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak.

9. Pengorbanan Biaya untuk Mendapatkan Sesuatu

Untuk mendapatkan sesuatu, tentunya setiap individu harus pula membayar harga yang setimpal. Dengan mengorbankan sebagian biaya, besar harapan terpenuhinya suatu kebutuhan.

Dalam hal ini biaya yang dikeluarkan tersebut adalah opportunity cost atau yang dapat diartikan sebagai biaya kesempatan.

Biaya yang dimiliki akan hilang dan terganti nilainya oleh pilihan atau suatu hal yang diharapkan sebanding atau bersifat lebih menguntungkan dari besarnya biaya yang telah dikeluarkan.

10. Semakin Banyak Uang Beredar, Semakin Tinggi Harga Barang (Inflasi)

Seperti kasus yang telah terjadi pada saat krisis moneter tahun 1998, banyaknya produksi uang atau beredarnya uang secara tak terkendali akan mengakibatkan nilai uang menjadi turun atau tidak berharga.  

Selain itu banyaknya uang yang tersebar luas di masyarakat akan menyebabkan harga barang semakin melambung tinggi karena nilai uangnya semakin rendah dan turun.

Kamu juga bisa menonton video pembelajaran 10 prinsip ekonomi di bawah ini.

Video tentang prinsip ekonomi

Pengertian Prinsip Ekonomi

Pengertian Prinsip Ekonomi
Contoh grafik-grafik ekonomi

Prinsip ekonomi adalah mendapatkan keuntungan atau hasil yang sebesar-besarnya dengan jerih payah atau modal sekecil-kecilnya.

Sementara itu, menurut Kemenkeu:

Prinsip ekonomi adalah suatu panduan dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai keseimbangan atau perbandingan rasional antara pengorbanan atau perjuangan yang diberikan dengan hasil yang didapatkan.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Dalam berkegiatan ekonomi diperlukan suatu prinsip dasar yang akan menjadi landasan dari tindakan ekonomi. Suatu kegiatan atau perilaku ekonomi tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak memiliki prinsip dasar yang kuat. 

Prinsip selalu diterapkan pada setiap individu pelaku tindakan ekonomi. Meminimalisir kerugian adalah hal yang sangat penting dalam menjalankan prinsip ilmu ekonomi.

Contoh prinsip ekonomi yang sederhana adalah ketika kamu haus dan harus memilih antara membeli air putih atau air dingin bersoda. Kalau uang kamu cukup, kamu pasti akan memilih air bersoda yang jauh lebih menyegarkan bukan?

Tapi kalau uangnya tidak cukup, maka kamu nggak akan beli air soda itu, kan? Dan lebih memilih untuk membeli air putih untuk menghilangkan dahaga.

Itulah contoh prinsip ilmu ekonomi sederhana dalam kehidupan sehari-hari di mana kita bisa mengambil pilihan dengan mempertimbangkan mana yang lebih menguntungkan antara air putih dan air dingin bersoda 🙂

Dasar Prinsip Ekonomi

Dasar Prinsip Ekonomi
Menunjuk grafik ekonomi

Sekarang mari kita bahas apa yang mendasari adanya prinsip ilmu ekonomi ini. Pada dasarnya prinsip ini sudah ada sejak dulu dan akan selalu melekat dalam dunia ekonomi.

Untuk mengetahui dasar darinya, maka kamu perlu memperhatikan subjek utama dari ekonomi itu sendiri, yakni manusia.

Mengapa manusia? Karena saat ini hanya manusialah yang menggunakan sistem ekonomi dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan tidak akan lepas dari sistem tersebut.

Oleh sebab itu, dasar prinsip ekonomi terdiri dari dua unsur, yaitu kebutuhan manusia dan keterbatasan barang untuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut:

  1. Kebutuhan Manusia
  2. Suppy Barang yang Terbatas

1. Kebutuhan Manusia

Sudah menjadi sifat manusia untuk tidak pernah merasa puas dan selalu ingin lebih memiliki. Oleh karena itu, kebutuhan manusia tidak terbatas. Manusia akan selalu membutuhkan berbagai macam hal.

Biar kamu ngerti, coba bayangkan, kalau kamu punya uang secukupnya, maka kamu hanya akan menghabiskan uang tersebut pada kebutuhan-kebutuhan dasar yang paling penting untuk bertahan hidup. Contohnya seperti biaya tempat tinggal, pakaian, makan dan mnium.

Tapi, kalau kamu punya uang lebih, sebut saja hingga lima kali lipat dari uang sebelumnya, maka setelah bisa membayar semua kebutuhan dasar, bisanya akan muncul keinginan untuk membeli barang-barang lain, yang sebelumnya kamu tidak ada pikiran untuk membelinya sama sekali.

2. Supply Barang yang Terbatas

Dan unsur kedua yang menjadi dasar dari prinsip ekonomi adalah supply barang yang terbatas. Tidak semua barang bisa diproduksi dan diciptakan dalam jumlah yang sangat banyak. Beberapa di antaranya bahkan memiliki jumlah yang sangat sedikit atau terbatas.

Sementara itu, kebutuhan manusia tidak ada batasnya. Kebutuhan manusia tidak akan pernah habis. Semakin besar sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhannya, maka akan semakin besar juga kebutuhan yang dimilikinya.

Maka dari itu, tidak semua manusia dapat memenuhi kebutuhannya.

Tujuan Prinsip Ekonomi

Tujuan Prinsip Ekonomi
Contoh grafik-grafik ekonomi

Prinsip ekonomi tentunya dibuat karena adanya beberapa tujuan yang ingin dicapai. Tujuan prinsip ekonomi yang penting untuk diketahui adalah sebagai berikut:

  • Dengan prinsip ekonomi seseorang dapat memanfaatkan dan memiliki kemampuan mengelola modal yang dimiliki.
  • Tercapainya hasil akhir berupa keuntungan yang paling maksimal.
  • Melatih individu agar terhindar dari sifat boros dan terlalu konsumtif.
  • Untuk meminimalisir kerugian atau resiko apabila terjadi kelalaian tertentu. 

Ciri-Ciri Prinsip Ekonomi

Ciri-Ciri Prinsip Ekonomi
Contoh grafik-grafik ekonomi

Dalam penerapannya prinsip ekonomi memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang berupa beberapa tindakan atau sikap. Berikut lima ciri-ciri prinsip ekonomi:

  1. Bersikap Hemat
  2. Bertindak Rasional
  3. Memperhitungkan untuk Rugi
  4. Menyusun Skala Prioritas
  5. Bertindak Ekonomis

1. Bersikap Hemat

Pada tindakan ini seseorang perlu memutuskan kebutuhan mana yang benar-benar diperlukan. Sikap hemat perlu dilatih supaya terhindar dari keborosan dan sifat hedonisme.

Seseorang yang memiliki cara pandang ekonomi yang baik juga akan mempertimbangkan besarnya pengeluaran berdasarkan pendapatan yang diperoleh.

2. Bertindak Rasional

Orang yang mengetahui betul prinsip ekonomi akan bersikap berdasarkan rasionalitas yang ada. Akal sehat akan menjadi landasan dari setiap tindakan ekonomi yang dilakukan dan tidak mengedepankan hawa nafsu atau emosi belaka.

3. Memperhitungkan untuk Rugi

Pada prinsip ekonomi juga diperlukan pertimbangan serta perhitungan dari banyaknya modal yang telah dikeluarkan dan seberapa besar benefit atau keuntungan yang akan diperoleh supaya menghasilkan suatu nilai dan manfaat.

4. Menyusun Skala Prioritas

Untuk memenuhi setiap kebutuhan, seseorang harus memutuskan dan membuat urutan keperluan apa saja yang menjadi prioritas dan apa yang bisa dikerjakan selanjutnya.

Skala prioritas ini bisa dikategorikan menjadi kebutuhan yang paling penting atau mendesak, hingga kategori yang tidak terlalu mendesak.

5. Bertindak Ekonomis

Melakukan perencanaan yang matang serta bertindak dengan cermat akan membuat kita terhindar dari kerugian yang besar. Dengan demikian resiko bisa lebih diminimalisir karena tindakan ekonomis yang dilakukan.

Manfaat Prinsip Ekonomi

Manfaat Prinsip Ekonomi
Contoh grafik-grafik ekonomi

Dengan menjunjung prinsip ekonomi, maka setiap individu akan merasakan manfaat dari prinsip yang telah dijalankan. Manfaat tersebut ialah:

  • Tercapainya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan yang diinginkan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. 
  • Pelaku ekonomi merasakan kepuasan atas usaha yang telah dilakukan sehingga tercapainya hasil dengan mutu dan kualitas yang maksimal.
  • Terciptanya persaingan yang sehat antara para pelaku ekonomi.
  • Kemajuan yang ditandai oleh kesejahteraan dan kemudahan hidup.
  • Dengan sumber daya yang ada, kita dapat memaksimalkan hasil atau keuntungan yang diperoleh dengan cara yang tepat dan benar.
  • Bekerja dengan cermat, hemat, efektif, serta efisien sehingga resiko yang berdampak dapat diminimalisir. 

Macam-Macam Prinsip Ekonomi

Macam-Macam Prinsip Ekonomi
Macam-macam prinsip ekonomi

Prinsip ekonomi sendiri berlaku terhadap tiga kegiatan ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut penjelasan macam-macam prinsip ekonomi tersebut:

  1. Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi
  2. Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi
  3. Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Konsumsi

1. Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi

Dalam suatu kegiatan produksi, seyogyanya diperlukan suatu prinsip yang akan menjadi landasan ketika melakukan tindakan ekonomi di bidang pembuatan barang. Pihak yang melakukan kegiatan produksi ini disebut dengan produsen. 

Prinsip ilmu ekonomi yang seharusnya dimiliki oleh para produsen adalah menggunakan modal untuk pengeluaran biaya produksi dengan jumlah yang seminimal mungkin untuk menghasilkan produk dengan kualitas sebaik mungkin dan bermanfaat. 

Dengan prinsip ini, diharapkan pelaku kegiatan produksi hanya akan mengeluarkan pengorbanan modal yang sedikit guna menghasilkan jasa atau barang yang sebanyak-banyaknya. Contoh aplikasinya adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan bahan baku atau raw material dengan harga yang terjangkau bahkan paling murah, namun dengan mutu yang paling baik.
  • Menyusun strategi dengan cara menempatkan wilayah produksi yang dekat dengan wilayah pemasaran.
  • Pemakaian sumber daya dengan cara seefisien mungkin dan tidak membuang-buang bahan baku yang dijadikan bahan produksi.
  • Menggunakan alat dengan tingkat produktivitas yang tinggi, namun memiliki biaya perawatan atau maintenance yang terjangkau (minim kerusakan).

2. Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi

Distributor adalah pelaku kegiatan distribusi yang bertugas menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen.

Kegiatan distribusi tentunya juga tidak lepas dari prinsip ilmu ekonomi dimana penyalur harus secara cermat melihat kondisi pasar agar barang atau jasa bisa tersalurkan dengan cepat dengan hanya menggunakan modal atau biaya distribusi yang minim.

Berikut ini adalah beberapa penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi:

  • Memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, sehingga kepercayaan terhadap produk meningkat.
  • Memegang teguh prinsip ketepatan terutama dalam hal waktu ketika melakukan penyaluran barang atau jasa.
  • Cermat menentukan kantor atau tempat pemasaran yang efisien atau berada dekat baik dengan produsen maupun konsumen.
  • Mengikuti perkembangan zaman atau tren sehingga barang bisa cepat terjual atau tersalurkan. 

3. Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Konsumsi

Pihak terakhir yang juga perlu memiliki prinsip ekonomi adalah kita selaku konsumen yang menggunakan barang atau jasa yang telah disalurkan sebelumnya dalam kegiatan distribusi. 

Kegiatan konsumsi adalah kegiatan yang paling rawan dengan sifat pemborosan yang sangat tidak sesuai dengan prinsip ilmu ekonomi. Beberapa cara penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi adalah:

  • Melakukan perhitungan yang tepat sehingga pengeluaran tidak akan lebih besar daripada pendapatan.
  • Memilih dan membeli barang yang memiliki kualitas atau mutu yang baik sehingga akan berdaya guna lebih lama.
  • Membuat skala prioritas saat akan membeli barang dan menjauhi sifat boros.

Nah itulah 10 prinsip ekonomi yang perlu kamu ketahui. Semua prinsip di atas berlaku pada seluruh alur ekonomi di belahan dunia, yang artinya merupakan bagian dari makro ekonomi.

Menurut kamu, prinsip mana yang paling menarik? Kasih tau di kolom komentar, dan jangan lupa share artikel ini, yuk!

Tinggalkan komentar