Contoh Autobiografi

Seorang pendiam dengan pikiran yang lantang. Suka ngopi dan baca buku. Finalis 100 besar Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2017.

Mungkin kamu pernah mendengar yang namanya biografi, tapi ada juga lho yang namanya autobiografi. Lalu, apa itu autobiografi, apa bedanya dengan teks biografi dan bagaimana contohnya?

Sama seperti teks biografi, teks autobiografi juga merupakan salah satu jenis teks yang ada di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada kesempatan kali ini, Pendidikanpedia akan menjelaskan materi teks autobiografi dan contoh autobiografi.

Pengertian Autobiografi

pengertian teks autobiografi
Mempelajari pengertian autobiografi

Autobiografi adalah teks karangan yang menceritakan tentang pengalaman, kisah, atau perjalanan hidup seseorang dan ditulis oleh orang itu sendiri. Autobiografi dikenal juga dengan sebutan otobiografi.

Sementara itu, berikut pengertian kata autobiografi dari KBBI.

“au.to.bi.o.gra.fi (n) adalah riwayat hidup pribadi yang ditulis sendiri”

KBBI daring

Kata autobiografi diambil bahasa Yunani, tepatnya dari kata (αὐτός-autos) yang artinya sendiri, kata (βίος-bios) yang berarti hidup, dan kata (γράφειν-graphein) yang bermakna menulis.

Sama seperti teks biografi, teks autobiografi berisi tentang bagaimana seseorang melalui hidupnya mulai dari masa-masa sulit, lika-liku kehidupan, kegagalan, hingga kebahagiaan dan keadaan yang berhasil diraihnya saat ini.

Lalu apa yang membedakannya dengan teks biografi?

Jika pengarang biografi biasanya mengandalkan berbagai dokumen, peninggalan, data-data, dan sudut pandang. Maka, pengarang autobiografi sepenuhnya hanya mengandalkan pada ingatannya sendiri saja atau orang-orang terkait yang pernah ada di dalam hidupnya.

Selain itu, perbedaan autobiografi dan biografi yang lainnya adalah sudut pandangnya. Untuk selengkapnya silahkan baca bagian selanjutnya di bawah ini.

Perbedaan Biografi dan Autobiografi

perbedaan antara biografi dan autobiografi
Mempelajari perbedaan biografi dan autobiografi

Perbedaan paling mencolok dalam hal penulisan biografi dan autobiografi adalah sudut pandang yang digunakan.

Autobiografi adalah cerita perjalanan hidup tentang seseorang yang ditulis oleh orang itu sendiri dan menggunakan sudut pandang orang pertama. Contoh sudut pandang orang pertama itu seperti aku, diriku, saya, ana.

Sedangkan biografi adalah cerita perjalanan hidup tentang tokoh atau seseorang yang ditulis oleh orang lain dan menggunakan sudut pandang orang ketiga. Contoh sudut pandang orang ketiga itu seperti ia, dia, beliau, dirinya.

1. Contoh Penulisan Autobiografi dengan Sudut Pandang Orang Pertama

Aku adalah Muhammad Anas, lahir di Karawang, 12 Januari 2002. Sejak kecil aku tinggal di Karawang bersama ayah dan ibuku.

2. Contoh Penulisan Biografi dengan Sudut Pandang Orang Ketiga

Dia adalah Muhammad Anas, lahir di Karawang, 12 Januari 2002. Sejak kecil ia tinggal di Karawang bersama ayah dan ibunya.

Struktur Teks Autobiografi

struktur autobiografi
Mempelajari struktur autobiografi

Nah berikut di bawah ini penjelasan tentang struktur teks autobiografi yang baik dan benar.

1. Latar Belakang Keluarga

Bagian struktur yang pertama ini menceritakan segala hal tentang keluarga penulis. Latar belakang keluarga penulis dijelaskan pada struktur ini.

Seperti kedua orang tua, tempat dan tanggal lahir, jumlah saudara kandung, dan penulis merupakan anak ke berapa.

2. Latar Belakang Pendidikan

Struktur selanjutnya setelah latar belakang keluarga adalah latar belakang pendidikan penulis. Riwayat pendidikan baik yang sudah pernah dilalui sampai sekarang atau yang sedang dilakukan oleh penulis dijelaskan di sini. Mulai dari nama sekolahnya, tahun, dan lain sebagainya.

3. Latar Belakang Prestasi

Bagian berikutnya adalah latar belakang prestasi yang menjelaskan seluruh prestasi yang pernah diraih oleh penulis sejak masih kecil hingga seperti sekarang ini.

4. Latar Belakang Pekerjaan

Struktur yang satu ini hanya berlaku jika penulis sudah atau sedang mencari perkejaan. Intinya penulis harus sudah memiliki pengalaman karir terlebih dahulu. Kalau penulis masih pelajar, maka struktur ini tidak perlu ditulis atau bisa dihapus.

5. Latar Belakang Hasil Karya

Dan struktur yang terakhir ini merupakan bentuk lanjutan dari struktur sebelumnya. Di sini diceritakan apa saja raihan atau karya yang penulis ciptakan selama berkarir atau bekerja. Jadi kalau penulis belum bekerja maka struktur ini juga tidak harus ditulis.

Apabila struktur di atas terlihat terlalu banyak dan rumit bagi kamu, maka kamu juga bisa menggunakan struktur teks biografi untuk menulis autobiografi. Karena pada dasarnya yang membedakan hanya penulisan sudut pandangnya saja.

Untuk lebih jelasnya, silakan simak kumpulan contoh autobiografi yang benar berikut ini.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri I

Contoh Autobiografi Diri Sendiri Pertama

Aku bernama Muhammad Anas, lahir pada tanggal 12 Januari 2002 di Karawang. Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Orang tuaku bernama Dodi dan Aisyah.

Anas merupakan panggilan akrabku. Latar belakang keluargaku adalah petani. Ayahku bekerja sebagai buruh tani di desa kami.

Sementara ibuku adalah ibu rumah tangga yang sehari-hari mengurus rumah dan mengasuh adik-adiku.

Kedua adiku masih kecil, masing-masing berumur 6 dan 4 tahun. Mereka adalah seorang laki-laki dan perempuan. Adik laki-lakiku bernama Muhammad Faisol, sementara adik perempuanku bernama Siti Qoriah.

Kami semua tinggal bersama di salah satu desa kecil di daerah kota Karawang.

Sejak kecil aku selalu dinasehati oleh ibu agar rajin beribadah dan menjadi anak yang sholeh. Ibu juga berharap aku tumbuh menjadi laki-laki yang patuh kepada orang tua dan mau bekerja keras.

Saat usiaku menginjak 6 tahun, aku mulai mengenyam pendidikan di salah satu sekolah dasar dekat rumahku. Sedari bangku SD tersebut, aku selalu meraih ranking 3 besar hingga lulus.

Kemudian aku melanjutkan sekolahku di SMPN Rengasdengklok. Mulai sejak itu, aku tertarik ke dunia teknologi, khususnya komputer dan digital.

Setelah lulus SMP, aku memutuskan ingin melanjutkan sekolah di pusat kota Karawang, tepatnya di SMK favorit Karawang demi memenuhi keingintahuanku akan dunia digital.

Dengan bekal nilai ujian sekolahku yang lumayan bagus, akhirnya aku berhasil mendapatkan kursi di SMK tersebut dengan jurusan Rekayasa Perangkat Lunak.

Mengetahui keingintahuan dan minatku terhadap bidang teknologi, ayah pun mendukungku. Dan ketika mendapatkan rezeki lebih, ayah memberikanku satu buah laptop sebagai bahan pembelajaran untuku.

Tentunya dengan laptop pemberian ayah itu, aku makin semangat belajar.

Di tahun pertama SMK-ku, aku memberanikan diri untuk mengkuti salah satu perlombaan desain web tingkat kabupaten.

Walaupun tidak mudah, aku berhasil meraih peringkat pertama dalam kompetisi tersebut.

Di sekolah, aku bisa dibilang cukup cerdas, tak hanya di mata pelajaran bidang produktif, tapi juga di mapel-mapel lainnya karena aku selalu mendapatkan peringkat pertama di setiap semesternya.

Menginjak tahun kedua SMK, aku terus menorehkan berbagai prestasi-prestasi lainnya.

Salah satunya adalah menjadi juara ketiga lomba desain web tingkat nasional dan menjadi finalis 100 besar Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat.

Pada saat kelulusan, aku bahkan memperoleh predikat siswa terbaik jurusan Rekayasa Perangkat Lunak dan merupakan siswa dengan nilai Ujian Nasional tertinggi ke-3 dari semua siswa di angkatan sekolahku.

Aku sangat bangga dan senang saat itu. Menjelang pelepasan, ternyata aku mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studiku di luar negeri, tepatnya di negara Jerman.

Namun, bidang profesi yang bisa kuambil adalah perhotelan, benar-benar berbeda dengan latar belakangku yaitu jurusan komputer.

Akan tetapi, aku juga sangat ingin pergi ke luar negeri. Mendapatkan pendidikan di benua eropa merupakan salah satu impianku sejak kecil.

Akhirnya aku pun mengambil kesempatan itu meskipun aku harus lintas jurusan.

Setelah belajar bahasa Jerman intensif selama 6 bulan dan lulus ujian bahasa, kini aku sedang menunggu pengumuman dan tanggal keberangkatanku.

Aku berharap, pendidikan dan karirku di sana bisa membantu keadaan ekonomi dan meningkatkan derajat keluargaku di desa.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri II

Contoh Autobiografi Diri Sendiri Kedua

Namaku Liben Ananda, aku lahir tanggal 17 Agustus 1997 di Papua. Tetapi, saat ini aku sedang bersekolah di Jakarta sebagai siswa klas X, jurusan IPS, tepatnya di SMAN 12 Jakarta.

Usiaku sekarang ialah 17 tahun. Dari kecil, aku sudah suka sekali berolahraga dan bermain bulutangkis. Hingga kini, bulutangkis adalah cabang olahraga kesukaanku.

Oleh sebab itu, aku bercita-cita menjadi pemain bulutangkis yang hebat dan bisa membawa harum nama bangsa di kancah internasional.

Tidak hanya membanggakan Indonesia, tentu aku juga ingin membanggakan ayah dan mama yang sudah merawatku sejak kecil serta semua teman-temanku.

Dulu saat aku masih duduk di bangku kelas 5 SD, aku diberi hadiah ulang tahun berupa raket oleh kakeku. Kakeku itu juga handal sekali dalam bermain bulutangkis.

Ia selalu mengajaku bermain dan mengajariku bagaimana bermain bulutangkis yang benar. Biasanya aku selalu menghabiskan waktu liburan sekolahku bersamanya bermain bulutangkis.

Dua tahun yang lalu saat aku masih berusia 15 tahun, aku menjadi perwakilan sekolah dalam sebuah kompetisi bulutangkis antarsekolah se-kabupaten.

Dan saat itu pula merupakan kali pertamaku mengikuti kompetisi resmi.

Aku sangat senang dan merasa bangga saat itu karena terpilih menjadi perwakilan sekolah. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan sama sekali hingga aku berhasil melaju ke babak final.

Di final, ternyata aku harus menerima kekalahan dan menjadi juara 2. Tetapi, aku tidak bersedih karena ini juga merupakan salah satu pengalaman berharga yang akan ku kenang.

Saat ini aku menjadi salah satu anggota tim bulutangkis sekolahku. Seiring waktu, aku berharap kemampuanku terus meningkat agar aku bisa terus memperjuangkan cita-citaku sejak kecil.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri III

Contoh Autobiografi Diri Sendiri Ketiga

Perkenalkan, aku Dewi Anggini, gadis yang lahir pada tanggal 12 Juni 1998 di Majalengka. Aku merupakan buah dari pasangan Rizal dan Riska.

Aku memiliki seorang kakak dan adik. Dewi ialah panggilan akrabku.

Keluargaku merupakan keluarga yang sederhana dan berkecukupan. Ayahku bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan swasta.

Sedangkan ibuku berprofesi sebagai tenaga pendidik di madrasah yang letaknya tidak jauh dari rumah kami.

Sedari kecil kedua orang tuaku selalu mengajarkan sikap jujur, baik kepada sesama, dan rajin beribadah kepadaku.

Saat aku berusia 6 tahun, aku masuk ke SDN 3 Pasawahan, Majalengka. Selepas lulus dari SD tersebut aku melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Majalengka, tepatnya pada tahun 2009.

Selanjutnya ketika aku lulus di tahun 2012, aku memutuskan untuk pindah ke kota Bandung bersama dengan bibiku.

Kami tinggal di sekitar daerah Buah Batu. Di Bandung, aku melanjutkan sekolah di SMA yang tidak jauh dari tempat tinggal kami.

Salah satu hobiku saat itu adalah membaca dan menulis. Saat memasuki tahun kedua SMA, aku ikut dalam sebuah kejuaraan menulis cerpen antarsekolah se-kota Bandung.

Aku menulis cerpen dengan judul “Kisah di Desa Ujung Timur”.

Aku tidak berharap lebih saat itu, tetapi ternyata aku berhasil meraih peringkat 3 di kejuaraan menulis cerpen tersebut. Tentu aku tidak akan pernah melupakan momen-momen itu.

Momen di saat namaku disebut oleh juri kemudian naik ke atas panggung.

Apalagi, saat itu aku bersanding, menyalami, dan diberikan penghargaan oleh bapak Ridwan Kamil yang saat itu masih menjabat sebagai Walikota Bandung.

Setelah memperoleh pengalaman emas itu, aku semakin semangat untuk terus menulis.

Aku berharap, suatu nanti aku bisa menjadi penulis cerpen terkenal yang karyanya selalu dinantikan oleh para pembaca dan dapat menginspirasi.

Kini aku masih duduk di kelas XII SMA dengan jurusan Bahasa. Ketika lulus nanti, aku akan melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri dengan jurusan Sastra Indonesia.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri IV

Contoh Autobiografi Diri Sendiri Keempat

Aku adalah gadis kelahiran Bandung tanggal 19 Februari 1998 yang bernama Nur Hasanah.

Meski aku lahir di Bandung, namun kini aku sedang tinggal di Sukabumi dan merupakan siswi kelas XII jurusan IPA di SMAN 12 Sukabumi.

Aku tinggal bersama dengan kedua orang tuaku di salah satu perumahan yang ada di kota Sukabumi. Kedua ornag tua berprofesi sebagai pegawai swasta di pusat kota.

Olahraga merupakan salah satu kegemaranku, khususnya jogging. Selain gemar berolahraga, aku juga tertarik pada bidang-bidang terkait lingkungan, tanaman, dan tumbuh-tumbuhan.

Kesehatan merupakan hal yang sangat fatal bagi diri sendiri dan orang lain. Dan lingkungan adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhinya.

Oleh karena itu, menurutku kesehatan dan lingkungan saling berhubungan erat satu sama lain.

Mengapa aku bisa berpikir seperti itu? Karena saat aku masih kecil dulu, aku dan keluarga tinggal di bantaran kali Ciliwung.

Setiap musim hujan tiba, pemukiman kami pasti selalu kebanjiran dan kami terpaksa harus mengungsi ke penampungan.

Hal yang sama terjadi setiap tahun secara berulang-ulang. Peristiwa itulah yang membuatku berpikir begitu kritis terhadap bencana banjir.

Sesungguhnya, banjir datang bukan semata-mata karena alam saja, melainkan ada faktor yang lain, yaitu manusia.

Manusia kadang suka tidak sadar sering membuang sampah sembarangan ke sungai. Hal ini akan membuat resapan air tersumbat.

Selain itu, pemukiman liar yang penduduknya padat di pinggir kali Ciliwung juga merupakan faktor pendukung banjir lainnya.

Berkaca dari pengalaman, aku bertekad untuk mengedukasi dan mengarahkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai lagi.

Salah satu usahaku untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan bergabung menjadi anggota komunitas peduli lingkungan di kotaku sekarang, Sukabumi.

Setiap hari Sabtu atau Minggu, biasanya aku ikut dalam kegiatan bakti sosial dan penyuluhan.

Selain bergabung dengan komunitsa tersebut, aku juga bergabung dengan beberapa komunitas lainnya untuk mendukung hobi olahragaku seperti komunitas sepeda Sukabumi dan tanaman hias.

Contoh Autobiografi Diri Sendiri V

Contoh Autobiografi Diri Sendiri Kelima

Perkenalkan aku Iki, teman-temanku biasa memanggilku begitu. Sementara nama asliku adalah Muhammad Rizki Maulana. Aku suka menulis, membaca buku, dan juga main futsal.

Tempat dan tanggal lahirku yaitu di Jogjakarta, 18 Juni 1995. Ayah dan ibuku bernama Rohmat dan Linda.

Aku merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakakku bernama Lusi Lusiana, sekarang ia sudah tinggal bersama suami di kota Purwokerto. Sementara adikku masih berusia 6 tahun, ia bernama Isma.

Bisa diketahui bahwa aku merupakan satu-satunya anak laki-laki di keluarga kami. Karena baik kakak maupun adikku, semuanya perempuan.

Aku mulai bersekolah di tahun 2002, tepatnya di SDN Mulya Budi. Pada tahun 2007, aku lulus SD dan melanjutkan pendidikanku ke SMPN 1 Karang Tiara. Aku lulus dari SMP pada tahun 2010.

Lalu kemudian aku masuk ke sekolah SMA impianku, yaitu SMAN 12 Jogjakarta. Sekolah itu merupakan impianku karena di sana terdapat tim futsal yang sudah aku idolakan sejak dulu.

Betapa senangnya aku ketika aku berhasil menjadi salah satu anggota tim futsal SMAN 12 Jogjakarta. Dengan tekad dan kerjasama yang kuat, kami berhasil menjuarai beberapa kompetisi di tingkat antarsekolah dan antarkota.

Beberapa prestasi yang berhasil kami raih di antaranya Juara I Piala Walikota Jogjakarta 2013, Juara I Kilimanjaro Cup 2013, dan Juara II Futsal Hardiknas Cup 2012.

Saat ini aku semakin bersemangat untuk mengejar cita-citaku menjadi anggota Timnas Futsal Indonesia dan membawa nama bangsa di dunia futsal internasional.

Aku juga berharap bisa memberangkatkan haji kedua orang tuaku suatu hari nanti. Semoga aku bisa mewujudkannya!

Contoh Autobiografi Singkat

Contoh Autobiografi yang Singkat

Aku adalah Ridwan Ibrahim, anak sulung dari dua bersaudara. Aku memiliki seorang saudara kembar yang bernama Malik Ibrahim.

Bandung merupakan kota kelahiranku, dan 10 Mei 2003 ialah tanggal lahirku.

Ayahku memiliki profesi sebagai pegawai negeri sipil di kantor Pemda kota Bandung. Sedangkan ibuku adalah seorang ibu rumah tangga. Bisa dibilang aku berasal dari keluarga yang berkecukupan.

Namun, hal tersebut tidak membuatku besar hati dan besar kepala.

Aku tidak pernah ingin menyombongkan harta yang ayahku punya, apalagi aku juga jarang meminta hal-hal yang aneh-aneh kepada kedua orang tuaku.

Aku berprinsip, apa-apa yang kuinginan, harus bisa aku dapatkan dengan hasil kerja keras dan keringat sendiri.

Di tahun 2009, aku mulai merasakan apa yang namanya pendidikan. Aku bersekolah di SDN yang ada di pusat kota Bandung, tak jauh dari pemda tempat ayahku bekerja.

Kemudian, setelah lulus dari SD aku melanjutkan sekolahku pada tahun 2015 di SMP yang tidak jauh dari rumahku.

Sejak saat itulah aku mulai tertarik dengan dunia wirausaha dan mulai belajar berjualan online. Awalnya memang tidak berjalan begitu mulus.

Akan tetapi, berkat kerja keras dan hasil usahaku, hingga saat ini aku bisa membayar uang sekolahku sendiri sampai aku SMA sekarang tanpa harus meminta kepada orang tua.

Contoh Autobiografi Panjang

Contoh Autobiografi yang Panjang

Namaku Siska Nur Ramadani dan sekarang berusia 21 tahun. Siska merupakan nama panggilanku. Aku terlahir di kota hujan Bogor, pada tanggal 21 Januari 1997.

Sebenarnya, aku terlahir dengan nama Nur Indah Putri Utami. Akan tetapi, ketika aku kecil dulu aku selalu jatuh sakit.

Menurut kepercayaan orang-orang terdahulu dan orang tuaku, namaku harus diganti supaya aku bisa sembuh dari sakitku. Hingga lahirlah nama baru, “Siska Nur Ramadani”.

Salah satu penggalan kata pada namaku diambil dari nama bulan Islam ketika aku lahir, yaitu bulan Ramadhan.

Saat itu memang sedang bulan Ramadhan dan kelahiranku benar-benar dianggap menjadi berkah Ramadhan bagi kedua orang tuaku.

Aku merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara, dari pasangan bapak Kasni dan ibu Neni. Aku lahir di keluarga yang benar-benar sederhana.

Ayahku hanyalah seorang tukang becak tradisional. Pasar dan tempat-tempat ramai lainnya adalah tempatnya bekerja.

Sementara ibuku merupakan ibu rumah tangga. Sedari kecil, keluargaku selalu mengajarkanku untuk tumbuh menjadi anak yang sederhana, jujur, mandiri, dan rajin beribadah.

Kami semua satu keluarga di tinggal di sebuah desa kecil yang namanya desa Panaruban, RT 3 RW 7, kecamatan Tegalwaru.

Di waktu luangku, biasanya aku mendengarkan musik, menulis, membaca, dan kadang-kadang bernyanyi.

Aku bernyanyi dan mendengarkan musik untuk melepas rasa bosan dan sedih. Sementara membaca dan menulis biasa aku lakukan juga untuk mencari uang tambahan.

Aku merasa senang jika hobiku juga bisa menambah uang jajanku.

Dari kegemaran membaca dan menulis, aku jadi bisa membuat berbagai macam karya tulis mulai dari artikel, puisi, cerpen, hingga karya tulis lainnya.

Di samping itu, aku juga sesekali mengikuti lomba blog yang dilaksanakan secara online.

Alhamdulillah, aku beberapa kali menang dan mendapatkan hadiah. Hadiahnya macam-macam, kadang berupa uang, pulsa, dan juga merchandise atau souvenir.

Aku juga suka mengadu peruntunganku dengan mengikuti giveaway berupa menjawab pertanyaan atau kuis online.

Hadiah yang ditawarkan biasanya lebih wah lagi, mulai dari pakaian, uang, voucher belanja, tas, bahkan hingga smartphone dan tiket liburan.

Giveaway yang hadiahnya pulsa, uang, dan pakaian pernah aku menangkan. Tapi untuk yang hadiahnya berupa smartphone atau tiket liburan aku belum pernah menang.

Wajar, karena semakin besar hadiahnya maka akan semakin ketat juga persaingannya.

Untuk hobi mendengarkan musik, aku suka genre musik pop dan akustik. Aku lebih menyukai musik-musik santai yang bisa membawa ketenangan.

Karena musik-musik seperti itu selalu bisa membawakanku kedamaian. Biasanya aku juga suka mendengarkan musik sambil berkegiatan lainnya seperti saat membaca dan menulis.

Dalam mengarungi hidup, aku memiliki motto atau prinsip “Awali dengan Bismillah, akhiri dengan Alhamdulillah”.

Artinya segala hal atau sesuatu yang dilakukan, harus didasari dengan ibadah atau dengan kata lain mencari ridho Allah SWT.

Oleh sebab itu, aku terbiasa untuk menyikapi segala hal dengan pantang menyerah dan rasa bersyukur. Semuanya akan terasa indah jika kita melakukannya dengan penuh keikhlasan.

Riwayat pendidikanku dimulai saat aku berusia 5 tahun. Aku pertama kali disekolahkan di TK Al Malik, Kapulaga.

Ketika masih duduk di TK, aku termasuk anak yang aktif dan mandiri. Aku bahkan pernah tampil dalam sebuah acara di pendopo kecamatan dengan menari.

Karena lokasi TK berada di desa sebelah, biasanya aku harus berjalan kaki dengan menempuh jarak yang lumayan jauh, tapi tidak terlalu melelahkan juga.

Barulah setelah aku lulus TK, aku masuk ke SDN 1 Panaruban, Tegalwaru.

Masa SD adalah masa-masa ketika aku banyak sekali bermain. Meskipun begitu, alhamdulillah aku pernah mendapatkan peringkat 3 besar di kelasku dan juga pernah menjuarai beberapa lomba.

Antara lain murottal Al-Qur’an juara 2 dan lomba baca tulis Al-Qur’an juara 3. Aku juga pernah berpartisipasi dalam lomba cerdas cermat tingkat kecamatan dan memperoleh peringkat ketiga.

Setelah lulus dari SD, aku melanjutkan sekolah ke SMPN 1 Wikrama yang terkenal sebagai SMP favorit dan terbaik di kabupaten Bogor. Aku mulai masuk SMP pada tahun 2010.

Saat di SMP, aku merupakan anggota dari ekstrakurikuler rohis dan pramuka.

Meskipun kegiatanku sudah mulai bertambah, tapi aku masih bisa tetap mempertahankan prestasiku di kelas dengan meraih peringkat 1 dan 2.

Alhamdulillah aku juga merupakan bagian dari lulusan terbaik siswa-siswi SMP ketika aku lulus pada tahun 2013 saat itu.

Setelah lulus SMP, aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke SMKN 1 Bogor dengan mengambil jurusan akuntansi.

Ketika di SMK, aku mengikuti sebuah organisasi karya ilmiah remaja dan juga kerap kali mengisi konten di majalah dinding sekolah.

Dengan berbekal kemampuan berorganisasi dan basis kepenulisanku, aku berhasil memenangkan kompetisi kepenulisan jurnal tingkat Jawa Barat sebagai juara 3, lomba akuntansi nasional juara 4, dan menjadi perwakilan pelajar dari Bogor untuk pelatihan bela negara di gedung DPR Indonesia.

Akan tetapi, di balik semua kebahagiaan tersebut, aku begitu terpukul dan merasakan sedih yang teramat dalam.

Pasalnya, di hari yang sama saat aku pergi ke gedung DPR, aku mendapatkan kabar bahwa ayahku telah berpulang karena sakit yang sudah lama dideritanya.

Sepenggal bagian dari perjalanan hidupku ini menjadikan aku pribadi yang lebih kuat dan tegar menghadapi kenyataan.

Selama masa SMK-ku, aku terus mengasah hobi menulisku dengan cara berpartisipasi dalam beberapa kompetisi dan lomba online. Dari situ, aku kembali berhasil memenangkan beberapa perlombaan.

Antara lain 100 finalis lomba cipta puisi nasional, kontributor buku “Pejuang Harapan tahun 2013”, kontributor buku “Cerita Perjuangan tahun 2013”.

Aku juga tetap mempertahankan prestasi di kelasku dengan meraih ranking 1. Setelah lulus dari SMK tadinya aku berpikir untuk bekerja saja.

Namun, aku ingat keinginan mendiang ayah. Dia ingin aku melanjutkan pendidikan ke jenjang perkualiahan.

Karena aku juga mendapatkan kesempatan SNMPTN, akhirnya memilih untuk melanjutkan kuliah di PTN yang berada di kota tetangga, yaitu Universitas Indonesia.

Alhamdulillah aku diterima sebagai mahasiswi jurusan Akuntansi. Aku berharap bisa menjadi mahasiswa yang dapat berkontribusi untuk bangsa dan membanggakan orang tua.

Setelah menyelesaikan kuliah, aku bercita-cita menjadi seorang akuntan untuk perusahaan negara dan pengusaha yang sukses dunia akhirat, aamiin.

Contoh Autobiografi Tokoh

Contoh Autobiografi Tentang Tokoh Islam
sumber: ulamanusantaracenter.com

Perkenalkan, nama saya Ahmad Warson Munawwir. Orang-orang biasa memanggil saya dengan sebutan kyai Warson.

Saya merupakan salah satu anak laki-laki dari salah satu kyai termasyhur dalam negeri, KH. M. Munawwir.

Saya lahir pada tanggal 30 November 1934. Sayah saya, kyai Munawwir adalah pemegang mata rantai sanad Al-Qur’an peninggalan Rasulullah SAW.

Sekaligus tujuh varian bacaan Al-Qur’an atau Qira’ah Sab’ah saya kuasai.

Santri-santri dan murid saya yang tersebar luas di berbagai penjuru membuat saya cukup terkenal sebagai mahaguru Al-Qur’an bangsa.

Saya lahir dari istri kedua dari ayah saya KH. Munawwir, yakni Hj. Sukis. 24 tahun setelah dibukanya pondok pesantren Krapyak pada tahun 1910, saya dilahirkan.

Pada saat usia saya genap delapan tahun, sang ayah tercinta, KH. M. Munawwir meninggal dunia dan membuat saya menjadi anak yatim piatu.

Kendati demikian, saya terus menimba ilmu di rumah di bawah naungan kakak ipar sekaligus guru saya, kyai Ali Ma’shum.

Tiba di umur sebelas tahun, saya mulai mengajar di pondok pesantren Krapyak. Hingga usia saya genap kurang lebih 47 tahun atau hingga tahun 1981, saya mengajar di pondok pesantren tersebut.

Saya menikah di usia 36 tahun atau di tahun 1970. Istri saya bernama Nyai Hj. Khusnul Khotimah yang merupakan wanita dari Purworejo.

Apabila dilihat dari garis keturunan, saya dengan istri masih satu garis keturunan.

Usia kami terpaut sekitar 16 tahun. Dan kami dianugerahi masing-masing seorang putera dan puteris bernama Muhammad Fairuz dan Qorry Aina.

Pada tahun 1957 atau ketika menginjak usia 23 tahun, saya mulai menyusun sebuah kamus bahasa Arab-Indonesia yang hingga kini dikenal dengan nama kamus Al Munawwir.

Tahun 1972 kamus tersebut baru rampung ditulis. Isinya 1591 halaman. Kamus tersebut merupakan bukti dari usaha dan kerja keras saya.

Sampai sekarang, kamu Al Munawwir telah tersebar luas bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di dunia internasional.

Contoh Autobiografi Pahlawan

Contoh Autobiografi Tentang Pahlawan, RA Kartini
sumber: wikipedia.org

Nama lengkap saya Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau yang lebih dikenal dengan nama R.A. Kartini. Saya adalah seorang perempuan kelahiran Rembang di tanggal 21 April 1879.

Ayah saya ialah Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, sedangkan ibu saya adalah Ngasirah. Saya memiliki sepuluh saudara kandung dan juga saudara tiri.

Nama-nama saudara saya antara lain R.A. Roekmini, R.A. Kartinah, R.A. Kardinah, R.A. Soelastri, P.A. Sosrobusoni, R.M. Slamet Sosroningrat, R.M. Soemarti, R.M. Rawito, R.M. Muljono, Drs. R.M.P. Sosrokartono.

Oleh ayah, saya disekolahkan di Europese Lagere School (ELS) hingga saya menginjak usia 12 tahun. Di sekolah yang sama, saya juga mempelajari bahasa Belanda.

Karena kebiasaan adat turun temurun, maka setelah lulus sekolah saya harus dipingit atau harus tinggal di rumah saja.

Sejak saya saling surat-menyurat dengan teman yang ada di Belanda atau membaca surat kabar darinya, saya mulai tertarik dengan pola pikir perempuan di belahan Eropa sana.

Semenjak itu, saya mulai merasa bahwa kaum hawa di negeri ini ternyata sudah tertinggal jauh.

Maka dari itu, saya mulai berusaha memajukan dan meningkatkan derajat serta kedudukan perempuan pribumi.

Di usia 24 tahun, saya dinikahkan oleh ayah dengan seorang bangsawan bernama K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang mana ketika itu sedang menjabat sebagai bupati Rembang.

Kami dianugerahi seorang putra bernama Soeasalit Djojoadhiningrat yang lahir pada tanggal 13 September 1904.

Hingga kini, saya dikenang sebagai salah satu pahlawan bangsa yang memajukan peran dan kedudukan perempuan pribumi.

Contoh Autobiografi Bahasa Inggris

Contoh Autobiografi dalam Bahasa Inggris

Let me introduce my self. The names is Muhammad Andhika Putra. I was born in the city of Sunda, Bandung, exactly on August 12, 2000.

My dad’s name is Muhammad Raffi Purnama and my mom’s name is Meliani Septia. Both of them currently work as civil servants.

My father works at the Bandung District Government Office, while my mother works at the Bandung City Marketing Office.

In our family, my parent have two children. I am the first child, who is currently still studying in 12th grade at SMAN 12 Bandung.

My sister is still in 4th grade, SDN 20 Bandung is the place where he learn now and Putri Purnamasari is her name.

Although both of my parents work as civil servant, but our family are used to live in the simplicity and minimalist.

Since I was a child, they always taught me to save my money and manage my financials so well. Usually, we go on a simple vacation once a year to relax our self and relieve the stress.

My first education adventure is when I went to SDN 20 Bandung, the same school my sister learning at.

When I was in that elementary school, I did not that stand out. But in terms of school things I was not so mediocre either.

After that, I went to Junior High School 5 Bandung. That time when I was started to have an interest in English subject.

From times to times, my interest towards English grew bigger and bigger. Then I started to take an English courses to improve my skill on that language.

Still when I was in the junior high school, I had a chance to represent my school in an English debate competition. At that time, I didn’t win, I just got to the final stage.

However, that still one of my best and memorable experience, my first official competition.

After my graduation, I continue my school in SMAN 7 Bandung. Then I began put more effort and to be more serious about improving my English skill.

I thought that when a person speak English, they look cooler and better.

In the senior high school, again, I joined an English debate competition. Alhamdulillah, with the permition of Allah, I got the third place.

I am very happy back then, because that is the proof, that my learning have had some results so far.

And because of that achievement too I had a chance to take part in the English debate competition with the level of West Java Province.

I had to compete with many students from other regions of West Java at that time. But once again, with the permission of Allah I managed to became the second champion.

My English debate competition track continues until it took me to the English debate competition of Padjajaran University campus.

Of course, this one competition was followed by all students across Indonesia.

I was very nervous at first, but thanks to the support my parent gave me, I got my spirit rising again and I really hoped for the podium although only the third place.

The reward was really interesting, it was the scholarship tickets to study at Unpad.

Thanks to Allah, it turned out that my prayer went true. Surprisingly I became even the first champion here. My parents and I were really proud of me.

Currently I am still in the 12th grade. I can’t wait to start my journey as International Relations college student at Unpad next year.

May Allah grant my prayer to be able to represent Indonesia at international conference as Diplomat.

Contoh Autobiografi Anak SMA

Contoh Autobiografi Remaja SMA

Aku bernama Muhammad Alif Saputra. Saat ini aku tinggal di kota Pekanbaru dan merupakan siswa kelas XII jurusan IPS di salah satu SMA negeri kota Pekanbaru.

Selain menjadi tempat tinggalku saat ini, Pekanbaru juga merupakan kota kelahiranku. Aku lahir pada tanggal 25 Juli 2000.

Saat aku kecil dulu, aku merupakan anak yang aktif, gesit, dan lincah. Selain suka bermain layangan, aku juga suka sekali kejar-kejaran bersama teman-teman.

Kata orang-orang dan temanku, lariku adalah yang tercepat dibandingkan teman-teman terdekatku. Ternyata, penilaian mereka ada benarnya.

Semasa aku SD, di pelajaran olahraga materi lari, aku mendapatkan nilai paling tinggi karena merupakan pelari tercepat di antara teman-teman sekelasku.

Sejak saat itu aku jadi makin suka berlarian. Untuk menyalurkan kegemaran dan kemampuanku tersebut, guru olahragaku mengikutkan diriku di berbagai lomba lari.

Beberapa di antaranya berhasil aku menangkan, di antaranya juara harapan 1 lari hari jadi kota Pekanbaru, juara 2 lari HUT RI SD se-kecamatan, dan juga juara 3 lari SD tingkat kabupaten.

Menginjak SMP, aku juga tetap mengikuti beberapa event dan perlombaan lari. Namun, tidak sesering saat aku SD dulu.

Barulah saat berada di bangku SMA aku mulai menyeriusi prestasiku di cabang olahraga ini. Aku mulai mempelajari berbagai teknik-teknik berlari dan membeli sepatu khusus lari.

Sayangnya, saat aku sedang latihan untuk mengikuti lomba lari antarsekolah SMA, kakiku mengalami cedera. Aku sangat sedih saat itu. Tapi, hal itu tidak membuatku menyerah.

Seiring waktu, cederaku pulih dan aku semakin semangat untuk melanjutkan latihan agar bisa mengikuti lomba lari lainnya.

Saat naik kelas XI, aku diikutsertakan untuk berpartisipasi dalam beberapa kejuaraan. Salah satu yang paling berkesan bagiku adalah lomba Krakatau Marathon.

Pada kejuaraan tersebut aku bersaing dengan peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri. Aku sangat bersyukur bisa menyentuh garis finish meskipun tidak naik podium saat itu.

Dari situ, aku belajar banyak hal. Kemudian aku mengikuti lomba lari berikutnya, aku berhasil mendapatkan juara 2 di lari 1000 m.

Karena belum puas, di kesempatan yang berbeda aku kembali mengikuti sebuah kejuaraan lari. Dan kali ini aku berhasil meraih juara pertama dalam lomba marathon Pekanbaru Night Run.

Benar-benar momen yang sangat berarti bagiku. Semua latihan dan keringatku tidak sia-sia.

Saat sudah lulus nanti, aku berencana melanjutkan kuliah di perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat dan mengambil fakultas olahraga.

Besar harapanku, dengan bekal prestasi dan pengalaman, aku bisa mencapai cita-cita menjadi pelari nasional yang akan membawa nama bangsa.

Contoh Autobiografi dari Lahir Sampai SMA

Contoh Teks Autobiografi dari Lahir Sampai SMA

Namaku ialah Dewi Rahma Saputri. Aku lahir di Jakarta, 28 September 2001. Aku memiliki dua adik yang membuatku menjadi anak pertama dari tiga bersaudara.

Ayahku bernama Udin Handoko dan ibuku bernama Dwi Astuti. Pekerjaan ayahku berkaitan dengan pemerintah daerah sementara ibuku mengajar di salah satu MTS dekat rumah. Kami hidup sederhana.

Sikap rajib beribadah, jujur, dan taat kepada orang tua merupakan hal-hal yang diajarkan kedua orang tua kepadaku sejak kecil. Saat berumur 6 tahun, aku bersekolah di SDN 2 Bungasari.

Lalu saat lulus aku melanjutkan sekolahku di SMPN 27 Jakarta dan kini aku sudah duduk di bangku kelas XII SMAN 10 Jakarta. Aku memiliki hobi menulis cerita-cerita fiksi.

Semasa SD dan SMP, aku sering sekali membaca komik dan buku-buku fantasi yang membuatku juga gemar menulis kisah-kisah fantasi.

Dulu, aku banyak menulis cerita pendek yang terlalu fantasi sehingga cenderung tidak masuk akal.

Tetapi, menginjak masa SMA aku mulai beralih ke karya tulis cerpen atau cerita pendek. Aku menjadi lebih sering menulis cerita-cerita kehidupan dengan melihat lingkungan yang ada di sekitarku.

Satu tahun yang lalu, tepatnya ketika aku masih berada di kelas XI, aku mendaftarkan diri ke sebuah perlombaan menulis yang diselenggarakan oleh salah satu penerbit buku di Jakarta.

Saat itu, aku menulis sebuah cerpen fiksi yang bertemakan kehidupan di pedesaan berjudul “Surga yang Jauh di Ujung Kota”.

Tak ku sangka, tulisanku itu menjadi juara kedua. Betapa bahagianya hatiku ketika itu. Momen saat namaku disebut juri dan naik ke panggung tidak akan pernah aku lupakan.

Bahkan, di sekolah aku juga kembali naik panggung karena sudah membanggakan nama sekolah. Aku menerima piagam penghargaan, hadiah, piala, dan juga uang pembinaan.

Sekarang aku makin semangat mengembangkan hobi menulisku.

Besar harapku, aku bisa menjadi penulis dengan banyak pembaca setia dan bisa memberikan cerita-cerita menarik dari sudut pandang yang berbeda.

Contoh Autobiografi yang Menarik

Contoh Autobiografi yang Baik dan Benar

Aku bernama Ahmad Zulian Fikri, lebih akrab disapa Fikri. Aku lahir di kota Malang pada tanggal 20 Februari 1999, buah pasangan Dodi Suparman dan Amanda Hermansyah.

Aku merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Kakaku ialah Ivan Maulana. Semasa kecil hingga sekarang, aku suka sekali membaca komik, menggambar, dan terkadang bermain sepak bola.

Dulu, aku dan kakak sering sekali bermain sepak bola bersama teman-teman yang lain di lapangan sekitar rumah.

Pada tahun 2004 hingga 2010 aku mulai merasakan pendidikan sekolah dasar. Kemudian di tahun berikutnya aku melanjutkan sekolah di SMP negeri yang tidak jauh dari rumah.

Ketika aku duduk di SMP, perkembangan teknologi dan dunia digital semakin pesat. Hal itu membuatku bisa membaca komik secara online dengan smartphone.

Seiring waktu aku pun terus tertarik dengan dunia komik dan memutuskan untuk bergabung dengan sebuah komunitas komikus.

Setiap satu atau dua minggu sekali, aku ikut berkumpul dengan sesama penggiat dan penyuka komik. Seiring waktu aku pun mulai belajar menggambar komik.

Melalui komunitas yang aku ikuti, aku bisa bertukar ide dan berdiskusi bersama komikus lain.

Menginjak masa SMA, aku masih tetap bergabung dengan komnitas komikus tersebut. Sesekali kita menyelenggarakan pameran sketsa komik buatan kita sendiri.

Di SMA, aku mulai meninggalkan hobiku bermain sepak bola dan beralih ke hobi yang menurut banyak orang membuang-buang waktu, yaitu bermain game online.

Bermain game online benar-benar membantuku dalam hal menggambar komik dan menciptakan ide baru. Aku bahkan bergabung dalam ekstrakurikuler game online di SMA.

Di kelas XII, aku dan tim game online mengikuti turnamen online nasional. Sayangnya, kami harus puas dengan juara tiga.

Untuk komik, aku juga mengikuti beberapa lomba. Sayangnya aku masih belum berkesempatan memenanginya. Meski begitu, aku tidak menyerah.

Aku berniat untuk melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Malang fakultas Desain Komunikasi Visual setelah lulus nanti untuk terus mengembangkan hobi menggambarku.


Demikianlah selesai sudah pembahasan materi kali ini tentang teks autobiografi dan contohnya. Bagaimana? Semoga mudah dipahami ya.

Menurutmu, contoh autobiografi mana yang paling kerena dari sekian contoh di atas? Kasih tau di komentar ya! Share juga dong artikel ini ke media sosial kamu biar temen-temen yang lain juga tahu, ya!

Referensi:

  • Autobiografi – Wikipedia
  • Sudut Pandang – Wikipedia

Tinggalkan komentar